SURAT GEMBALA DARI MAJELIS SINODE GPIB

(Dalam Rangka Pilkada Serentak)

Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang ada di atasnya, sebab tidak ada pemerintah yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah (Roma 13:1)

Indonesia adalah Negara yang dihiasi oleh kemajemukan dari berbagai sisi kehidupannya yang di dalamnya gereja bertumbuh dan berkembang. Di kalangan orang Kristen sendiri terdapat keberagaman dari berbagai sisi kehidupan juga, masing-masing memiliki pandangan politik dan afiliasi politik yang berbeda tetapi yang terpanggil menjadi satu di dalam Yesus Tuhan kita.

Dalam perbedaan-perbedaan itu sebagai warga gereja yang hidup di tangah-tengah masyarakat, ada bagian yang harus dilaksanakan selaku warga Negara yang taat pada pemerintah tetapi juga sebagai umat Allah yang diutus untuk mengupayakan kesejahteraan bagi umat-Nya.

Dalam pemahaman yang sungguh-sungguh akan firman Allah itu Majelis Sinode GPIB menyampaikan surat gembala ini dengan harapan, seluruh warga GPIB dapat melaksanakan kewajibannya sebagai warga Negara yang baik dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan berlangsung pada tahun 2017 secara serentak di seluruh wilayah Indonesia dengan memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Disadari sungguh bahwa warga GPIB memiliki pilihan-pilihan politik yang berbeda karena keanggotaan dari partai yang berbeda. Tetapi dalam iman, warga GPIB harus menyadari bahwa dia terpanggil untuk bersama-sama warga masyarakat lainnya memelihara dan merawat ke-bhinekaan negeri ini sebagai anugerah Tuhan. Warga GPIB harus menjadi perekat keberagaman di tengah-tengah masyarakat bangsa ini.
  2. Dalam rangka kesatuan dan persatuan, warga GPIB diminta untuk terlibat aktif dalam berbagai aktivitas sosial yang dilakukan oleh komunitas-komunitas yang lain. Diharapkan warga GPIB tidak mengisolir diri dari berbagai komunitas yang ada di sekitarnya.
  3. Warga GPIB diminta untuk bersama-sama pemerintah mensukseskan agenda nasional Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2017.
  4. Dalam menentukan pilihan, sebagai umat yang percaya, kita memohon tuntunan Roh Kudus dan meminta hikmat Tuhan. Hindarilah untuk mengikuti tuntunan dan hikmat manusia.
  5. Khusus bagi warga GPIB yang berada di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, saudara diminta untuk bersikap hati-hati sehingga tidak terprovokasi oleh ucapan-ucapan yang potensial menghancurkan ke-bhinekaan kita. Bersikap antisipatif di dalam memotret dinamika sosial politik, kooperatif di dalam menjalin kerja-kerja sosial, politik dan budaya dengan berbagai komunitas di luar GPIB.
  6. Adalah kenyataan bahwa warga GPIB selalu hidup bersama warga masyarakat lain bagai lalang dan gandum yang tumbuh bersama, maka pembuktian diri sebagai orang baik, orang benar, orang jujur harus dinyatakan.
  7. Berdoalah bagi Pemerintah karena Pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikan kita, dan berdoa juga bagi negeri ini kepada Allah, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraan kita.

Demikian surat gembala ini disampaikan demi pelaksanaan tugas panggilan kita sebagai warga gereja di tengah-tengah Negara Republik Indonesia.

Salam Kasih

MAJELIS SINODE GPIB

Ketua Umum         :  Pdt. Drs. P. Kariso Rumambi, M.Si

Ketua I                  :  Pdt. Marthen Leiwakabessy, S.Th.

Ketua II                  :  Pdt. Drs. Melkisedek Puimera, M.Si

Ketua III                 :  Pdt. Ny. Maureen Suzanne Rumeser-Thomas, M.Th.

Ketua IV                :  Pnt. Drs. Adrianus Petrus Hendrik Nelwan

Ketua V                 :  Pnt. Mangara Saib Oloan Pangaribuan, SE.

Sekretaris Umum   : Pdt. Jacoba Marlene Joseph, M.Th.

Sekretaris I            :  Pdt. Ny. Elly Dominggas Pitoy-de Bell, S.Th.

Sekretaris II           :  Pnt. Ny. Sheila Aryani Salomo, SH.

Bendahara            :  Pnt. Ronny Hendrik Wayong, SE.

Bendahara I          :  Dkn. Eddy Maulana Soei Ndoen