Selasa 13 Juli 2021

RENUNGAN MALAM

KJ.73:1,2-BERDOA

BUKAN TUNA RUNGU TAPI TAK MENDENGAR

Matius 13: 1-9

Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar ! (ay.9)

Salah satu kendala yang kita hadapi dalam menata dan membangun kehidupan yang lebih baik adalah hal mendengarkan dengan akal dan hati yang terbuka terhadap gagasan baru dan lebih baik lagi daripada yang kita miliki. Akibatnya, terjadi kesalahpahaman, perdebatan, bahkan pembelaan diri yang berlebihan. Tanpa disadari semua ini muncul karena kita sungkan dan atau tidak mau mendengarkan dengan akal dan hati yang terbuka.

Waktu itu perumpamaan Yesus ini disalah-pahami oleh para pendengar-Nya, karena perumpamaan ini berasal dari realitas kehidupan mereka. Sewaktu Yesus memulainya, situasi masih tenang, karena mereka memahami cara menabur. Pada tahap pertama, pendengar sudah melihat kegagalan si penabur dan benih yang ditabur, yaitu benih itu langsung dimakan burung. Tahap kedua pun demikian, benih itu tumbuh lalu segera menjadi kering. Tahap ketiga juga gagal, semak berduri adalah musuh benih. Sampai disini pihak “lawan” Yesus sudah puas, karena mereka menganggap seperti itulah para pengikut-Nya. Ternyata pada bagian akhir perumpamaan terlihat hal yang berbeda. Benih yang jatuh ke tanah yang baik, bukan hanya berbuah, tetapi berbuah melimpah, yaitu 30 kali lipat, 60 kali lipat dan 100 kali lipat. Setiap pendengar kini mengetahui maksud dan tujuan dari perumpamaan itu, yaitu kegagalan-kegagalan si penabur tidak terlihat karena keberhasilan yang memuaskan.

Perumpamaan ini hendak menjelaskan betapa pentingnya orang mendengarkan dengan sungguh-sungguh (ay.3a,9,20) yang diungkapkan dengan perkataan siapa yang mempunyai telinga, hendaklah ia mendengar (ay.9). Siapa yang tidak mau mendengarkan firman bagaikan tanah yang subur, ia akan kehilangan firman itu. Mari kita mendengarkan firman Tuhan dengan akal dan hati yang terbuka agar kita mau dituntun oleh firman Tuhan dan kehidupan ini kita selaraskan dengan firman, sehingga kehidupan kita menjadi cermin bagi orang lain.

 

KJ. 227: 1,3

Doa: (Ya Tuhan, tolonglah kami agar kehadiran kami senantiasa membawa kebaikan bagi sesama di dalam hidup ini)