♪KJ.36 : 3 – Berdoa

Kisah Para Rasul 7:11 – 16
pada kunjungan mereka yang kedua Yusuf memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya, lalu ketahuanlah asal-usul Yusuf kepada Firaun (ay. 13)

Apakah yang ada dalam pikiran kita jika berjumpa dengan orang yang pernah melakukan kejahatan atas diri kita? Kemungkinan besar sikap kita pasti marah, ingin rasanya membalas kejahatan yang pernah diterima, agar perasaan yang pernah tersakiti dan terluka akan terpuaskan. Jika demikian yang terjadi maka sebenarnya kita masih membiarkan diri kita diperbudak oleh kemarahan dan dendam, kita belum merdeka.

Stefanus di Mahkama Agama mengingatkan kembali perilaku Yusuf terhadap saudara-saudaranya yang mencari makanan di Mesir sehubungan dengan kelaparan yang menimpa wilayah mereka. Dalam posisi sebagai penguasa di Mesir, Yusuf memiliki kekuatan untuk membalas kejahatan saudara-saudaranya terhadap dirinya. Namun, Yusuf menunjukkan bahwa dirinya telah bebas dari dendam dan kemarahan, Yusuf telah merdeka!

Jika kita menyatakan bahwa telah mengalami kemerdekaan baik sebagai warga negara Indonesia dan warga Kerajaan Allah, maka seharusnya kita pun dapat melepaskan diri dari kemarahan, sakit hati, dendam bahkan kepahitan hidup. Jangan membiarkan diri kita terus dibelenggu oleh kepahitan. Kepahitan membuat kita menjadi orang yang terjajah dan dikendalikan oleh kemarahan, kebencian bahkan dendam yang terus bergelayut dalam hati dan batin, yang membebani langkah kehidupan. Hidup akan menyenangkan jika kita merdekakan diri dari semua rasa pahit yang membelenggu!

Orang yang merdeka akan terlihat melalui sikapnya yang tanpa beban, tindakannya yang penuh kasih, selalu ada pengampunan dalam dirinya: penuh kesabaran, bersikap tenang dan ramah serta lemah lembut. Sudahkah kita memiliki sikap itu?

Tuhan telah menganugerahkan kehidupan di hari ini, kiranya kita mau membebaskan diri dari semua perasaan yang menjajah kita, sehingga sebagai orang merdeka kita akan menjalani aktifitas hari ini tanpa beban.

♪GB. 49

Doa : (Ya Tuhan, tolong isilah hatiku dengan kasih-Mu, sehingga dapat mengampuni sesama)