Minggu X Ses. Pentakosta
Renungan Malam, 7 Agustus 2021

♪GB.345 : 1,2 – Berdoa

Kejadian 20 : 8 – 18
Lalu Abraham berkata: “Aku berpikir: Takut akan Allah tidak ada di tempat ini; tentulah aku akan dibunuh karena isteriku…” (ay.11)

Ketulusan hati Abimelekh dan kepatuhannya pada perintah Tuhan, mem buatnya memanggil semua hambanya dan menyampaikan semua peristiwa yang terjadi. Mereka semua sangat takut. Abimelekh juga memanggil Abraham dan menanyakan Abraham terkait kebohongan dan berbuat tidak patut sehingga mendatangkan dosa baginya dan kerajaannya. Abraham dengan jujur menjawab. Pertama, ia takut dibunuh karena Sara, isterinya. Kedua, Sara adalah benar saudaranya dari ayah. Keduanya sudah sepakat, bahwa Sara akan menunjukkan kasihnya kepada Abraham untuk mengaku sebagai saudara di tiap tempat. Mendengar jawaban Abraham, Abimelekh memberikan harta benda; mengem balikan Sara kepada Abraham dengan 1000 syikal perak sebagai bukti kesucian Sara. Ia pun mengijinkan Abraham tinggal di Gerar. Abraham pun perbaiki diri dengan berdoa kepada Allah, sehingga Allah menyembuhkan Abimelkh dan isterinya. Allah juga membuka rahim para perempuan di Gerar, sehingga dapat melahirkan anak.

Alkitab tidak menutupi kegagalan-kegagalan Abraham. Alkitab justeru menyaksikan bahwa Allah turut bekerja dan memberikan kesempatan kepada Abraham untuk belajar dari kegagalan dan kemudian memperbaiki diri untuk melakukan yang benar.

Jikalau kita masih hidup sampai sekarang, ini adalah kesempatan yang Allah berikan agar kita terus belajar dari kegagalan. Thomas Alva Edison harus mengalami dan melewati berbagai kegagalan sampai menemukan bola lampu pijar. Ia berkata: “Saya bukan gagal 10.000 kali. Saya tidak gagal satu kali pun. Saya berhasil membuktikan bahwa ada 10.000 cara yang keliru. Ketika saya telah mengetahui cara-cara yang keliru, akhirnya saya akan menemukan sebuah cara   yang benar.”  

Dalam kehidupan dengan sesama kita yang berbeda suku, agama. ras dan antar golongan, pasti ada kegagalan. Bisa jadi kita gagal untuk memahami kebiasaan, cara berpikir dan adat budaya saudara-saudara kita. Jadi, teruslah belajar dari kegagalan dan berusahalah memperbaiki diri untuk melakukan yang benar.

♪GB.345 : 3

Doa : (Tolong ajarlah kami belajar dari setiap kegagalan untuk menemukan kebenaran)