Renungan Malam, 4 Agustus 2021

MENGALAH BUKAN BERART KALAH

♪KJ.337 : 1 – Berdoa

Kejadian 13 : 1 – 18
Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat (ay.8)

Dalam olahraga lompat jauh, aturan yang harus diperhatikan adalah panjang tempat pendaratan pelompat minimal 10 meter dan panjang lintasan awalan 45 meter. Hal ini menunjukkan bahwa ketika seorang pelompat jauh ingin mendapatkan hasil lompatan maksimal, maka ia harus mundur dengan jarak yang jauh pula agar ia memiliki awalan yang cukup untuk mendapatkan daya lompat maksimal.

Perselisihan yang terjadi antara para gembala Abram dan para gembala Lot dapat saja meluas menjadi perselisihan antara pa-man dan keponakan. Tetapi dengan bijaksana Abram segera berupaya untuk menyelesaikan perselisihan tersebut dengan memberikan kesempatan kepada Lot untuk memilih dahulu mana daerah yang ia inginkan. Lot tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk memilih daerah yang subur dan banyak airnya. Ia akhirnya memilih seluruh lembah Yordan dan menyisakan daerah yang kurang subur dan kurang airnya bagi pamannya.

Abram tidak protes. Ia terlihat mengalah kepada Lot, tetapi sebenarnya ia tetap percaya bahwa Allah pasti tidak akan membiarkan dirinya dan seluruh ternaknya akan kekurangan makanan dan minuman. Terbukti ketika Lot sudah pergi, Allah memberikan seluruh negeri yang Abram pandangi itu untuk menjadi miliknya dan keturunannya kelak. Jikalau Allah telah memberikannya pastilah Ia akan mencukupkan segala sesuatu-nya. Rupanya Abram mengalah bukan untuk kalah, melainkan ia mendapatkan berkat Allah.

Dalam kehidupan bersama di NKRI ini, ada saja hal-hal yang kita rasakan tidak adil. Belajar dari Abram dan prinsip dalam olahraga lompat jauh maka terkadang kita harus “mundur” dan “mengalah”. Hal tersebut dilakukan bukan untuk mempertonton-kan kelemahan, namun membiarkan Allah bekerja dengan cara-Nya melalui kita untuk memberikan berkat bagi kita dan sesama. \

♪KJ.337 : 3

Doa : (Dengan kebijaksanaan-Mu, Tuhan, kami belajar mengalah untuk menyaksikan berkat-Mu dinyatakan dalam diri kami dan bagi sesama)