Renungan Malam, 2 Agustus 2021

♪KJ.354 : 1 – Berdoa

Kejadian 8 : 1 – 22
Maka Allah mengingat Nuh dan segala binatang liar dan segala ternak yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu… (ay.1)

Adakah di antara kita pada malam hari ini yang baru saja menyadari, bahwa telah melupakan sesuatu hal penting untuk dilakukan? Lalu karena tidak mengingat hal penting tersebut, maka bukan hanya diri kita yang dirugikan, tetapi juga orang lain. Wah, jika demikian bisa panjang masalahnya. Untung saja yang sering lupa itu adalah manusia. Coba kalau Allah juga sering ikut ikutan lupa, bisa kacau-balau dunia ini. Seandainya Allah, pada waktu itu, tidak mengingat Nuh dan semua yang ada dalam bahtera, maka pasti semuanya akan binasa seperti mereka yang berada di luar bahtera pada waktu air bah datang. Namun demikian kenyataannya, sebagaimana kesaksian Alkitab, Allah mengingat Nuh dan semua yang ada dalam bahtera itu. Kemudian air yang menutupi bumi selama seratus lima puluh hari berangsur-angsur surut. Akhirnya, bumi kembali dapat ditempati.

Beriman bahwa “Allah mengingat kita” ketika kita berada dalam krisis memang tidak mudah. Kita justru lebih tergoda untuk memahami bahwa Allah melupakan umat-Nya, karena melihat kenyataan yang sedang terjadi dalam hidup ini. Kenyataan, bahwa hidup semakin sulit, usaha gagal, belum ada panggilan kerja, sakit semakin parah, bahkan rumah tangga seperti telur di ujung tanduk, dll.. Kisah Nuh hendak mengajarkan kepada kita untuk tetap beriman dalam situasi sulit sekalipun. Selama seratus lima puluh hari, kelihatannya Allah tidak menyampaikan apa-apa kepada Nuh tentang kapan air akan surut. Namun demikian, Nuh tetap percaya, bahwa Allah pasti tetap mengingat dirinya, keluarganya dan semua yang ada dalam bahtera itu. Hal itu sungguh terbukti!

“Allah mengingat kita” bukanlah kata-kata slogan belaka. Itu pasti terbukti dalam hidup pribadi, keluarga, berbangsa dan bagi seluruh dunia saat ini, ketika pandemi covid-19 dan varian baru yang muncul entah kapan akan berakhir. Percayalah!

♪KJ.354 : 2

Doa : (Terimakasih, ya Allah, karena Engkau senantiasa mengingat kami meskipun kami sering melupakan Engkau. Mohon ampuni kami, ya Allah)