HARI MINGGU PASKAH

MINGGU1 APRIL 2018

ZIARAH MENEMUKAN YESUS

Yohanes 20 : 1 – 10


 

PENGANTAR

Injil adalah kabar baik mengenai karya dan pelayanan Yesus.Karya dan pelayanan Yesus itu dikisahkan kembali melalui keempat kitab Injil.Salah satunya adalah Injil Yohanes. Yang dikisahkan bukan sebatas Yesus yang hidup pada masa lalu melainkan Yesus yang tetap hidup dan  berkaryasampai hari ini. Semua yang dilakukan-Nya memiliki makna yang dalam bagi jemaat Tuhan di masa lalu dan akan tetap hidup selamanya.

Injil Yohanes sendiri ditulis setelah Yesus mati dan bangkit sekitar tahun 40-140 M. Pada  masa  penulisannya, orang-orang Yahudi Kristen dikucilkan dari tempat-tempat ibadah mereka (Sinagoge) agar berita tentang Yesus tidak tersebar luas dan munculnya berbagai aliran sesat yang menyimpang dari berita Injil.Meskipun banyak diskusi yang terus berkembang soal siapa penulis, waktu, tempat, sumber dan tujuan Injil ini, namun pada akhirnya disimpulkan bahwa Yohanes, murid Yesus yaitu Yohanes Zebedeus sebagai salah satu penulis Injil karena ia murid yang hidup cukup lama dibandingkan dengan murid-murid yang lain.

Pada usia yang telah lanjut, Yohanes yang saat itu tinggal di kota Efesus diminta menuliskan kembali kisah pelayanan Yesus. Tujuannya untuk menyangkal ajaran sesat mengenai sifat, kepribadian dan keilahian Yesus, khususnya ajaran sesat yang dibawa Cerinthus dan aliran Gnostik.         

Mengenai kematian Yesus menurut sumber dari Perjanjian Baru terutama Injil, bahwa Yesus Kristus menjalani penderitaan-Nya dan mati disalibkan dibawah pemerintahan Pontius Pilatus. Yesus mati pada tanggal 14 Nisan (bulan April) sekitar tahun 33 M. Menurut para murid dan saksi hidup serta catatan-catatan lain, Ia bangkit kembali pada hari ketiga setelah kematian-Nya yaitu tanggal 17 Nisan. Hari itu kebetulan jatuh pada hari pertama dalam minggu setelah hari Sabat.

 

PENDALAMAN NAS

Para perempuan di sekitar Yesus menjadi saksi atas apa yang terjadi dalam seluruh kehidupan Yesus. Di akhir kematian-Nya merekalah yang setia mengiring Yesus. Setelah beristirahat di hari Sabat maka keesokan hari, Maria Magdalena mengun-jungi Yesus pada pagi-pagi buta. Injil Yohanes mencatat bahwa Maria Magdalena pergi lebih dahulu ketika hari masih gelap sedangkan yang lain menyusulnya.

Maria Magdalena disebut dengan namanya sebagai pengikut Yesus dan diidentifikasikan sebagai “yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat” (Luk 8:1-3). Perlu diingat bahwa Magdalena berasal dari kata Magdala. Magdala, terletak di pesisir Danau Galilea dekat Tiberias, merupakan kota makmur yang terkenal akan hasil perikanannya yang melimpah. Maria Magdalena telah mengalami kuasa penyembuhan dari tujuh roh jahat.Penga-laman iman itu menghadirkan kasih yang begitu besar terhadap Yesus. Ziarah imannya mendorongnya berani mengunjungi makam Yesus sekalipun ia tahu benar risiko yang dihadapinya. Bisa saja ia ditangkap penjaga makam atau mereka yang membenci Yesus.

Yohanes mengisahkan kembali bahwa setelah mendengar kabar yang mengejutkan dari Maria Magdalena maka pergilah Petrus dan murid yang lain ke kubur Yesus.Mereka mendapati bahwa kain kafan terjatuh di tanah dan kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak lagi ditempatnya dan telah tergulung.William Barclay mencatat hal yang menarik dalam perikop ini bahwa lipatan-lipatan kain yang telah tidak ada lagi pada tem-patnya dan telah tergulung, diyakini sebagai tanda kebangkitan Kristus yang sebenarnya dan bukan dicuri orang seperti yang diyakini Maria.

Seakan-akan tubuh Kristus hanya menguap dan menghilang lepas dari kain-kain itu.Pandangan ini memberi keyakinan kepada murid yang lebih dahulu masuk sebelum Petrus, yang kemudian diduga Yohanes bahwa Yesus benar-benar bangkit.Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya. Lalu pulanglah kedua murid itu ke rumah.

RANCANGAN KHOTBAH

Ada 3 hal yang menarik untuk kita renungkan di hari Paskah yang mulia dari seorang perempuan yang bernama Maria Mag-dalena yang memaknai ziarah imannya yaitu :

  1. Maria yang tetap terus bersyukur kepada Tuhan

Setiap orang yang pernah mengalami masa-masa sulit pasti akan berterima kasih kepada orang yang sudah menolongnya melalui masa-masa sulit. Ia akan berusaha menyenangkan hati orang yang sudah menolong dan bersedia melakukan apa saja asal dapat membalas kebaikan hati orang itu. Maria dari Magdala atau yang sering disebut Maria Magdalena mempunyai pengalaman seperti di atas.Pengalaman iman itulah yang terus dipelihara di dalam ingatannya. Maria tetap mencari Yesus walaupun Ia telah tiada. Pergi seorang diri ke kubur Yesus tidak membuat ia takut bahkan berani mendahului perempuan-perempuan pengikut Yesus lainnya. Ketika melihat kubur itu telah kosong, ia pergi mengabarkan apa yang dilihatnya kepada murid-murid Yesus.

  1. Maria yang tetap ingin melayani Tuhan

Para murid pergi ke kubur Yesus dan mendapati hal yang sama. Maria yang sekali lagi kembali ke kubur Yesus tetap tinggal disitu. Ia tetap ingin melayani Yesus seperti yang dilakukannya bagi Yesus. Keinginan untuk melayani Yesus tidak pernah pudar. Ia tetap mencari Yesus yang tidak ia jumpai. Sementara ia mencari, ia menangis dan rindu untuk tetap melayani.

  1. Maria tetap mengakui Yesus sebagai Tuhannya

Kebaikan-kebaikan Yesus yang telah dialami oleh Maria membuat tetap percaya bahwa Ia adalah Tuhan. Keinginan yang sedemikian kuat membuat Maria berani mengambil keputusan untuk pergi memberikan penghormatan bagi Yesus. Kata-kata yang diucapkan kepada para murid dan malaikat yang ia jumpainya tetap menyapa Yesus sebagai Tuhannya yang telah menjamah serta menyembuhkannya. Maria tetap kokoh memandang Yesus sebagai Tuhan sekalipun orang-orang disekitarnya menganggap Ia pemberontak bahkan murid-murid tidak punya nyali lagi untuk tetap menghormati-Nya. Kekecewaan yang menguasai pikiran banyak orang Yahudi waktu itu ternyata tidak bisa mengoyahkan mata imannya. Yesus telah menunjukkan kepadanya kebaikan, kuasa dan  kasih-Nya yang tak lekang oleh waktu. Rasa sedih tidak mampu menutup mata imannya walaupun dalam keterbatasannya sebagai manusia biasa.

 

PERENUNGAN BAGI KITA  :

Kisah Maria Magdalena ini mengajak kita untuk merenungkan bagaimanakah selama ini kita memaknai perjumpaan-perjum-paan yang telah kita alami bersama-sama dengan  Yesus ? Apakah pengalaman iman yang kita itu miliki dapat semakin membangun iman kita semakin kokoh pada-Nya ? Ataukah sebaliknya rasa kesedihan dan kekecewaan pada satu hal saja dapat membuat kita membutakan dan menghapus semua jejak kebaikan, kasih dan kuasa Tuhan yang pernah kita terima dan menjadi semakin kendor untuk melayani ? Maria memang merasakan kesedihan yang luar biasa tetapi ia tidak mau kehilangan Tuhan yang terus ada dalam pikiran dan hatinya. Ia tetap mau memberikan penghormatan kepada mayat Yesus dan ingin melayani-Nya dengan sepenuh hati. Demikianlah terjadi bahwa perempuan yang tinggal untuk mencari Kristus adalah satu-satunya yang pertama melihat Dia.

H.L.H/ sgrs

 

MINGGU PASKAH

RABU4 APRIL 2018

UMAT YANG BERSYUKUR

Imamat 23 : 9 – 14


 

PENGANTAR

Imamat (Leviticus) adalah kitab ketiga dalam Pentateukh.Ditulis jauh setelah Musa wafat dan diperuntukkan bagi Israel yang telah bebas dari perbudakan di Mesir.Dalam bahasa Ibrani sangat tepat dan mencerminkan hakekat dari kitab Imamat: Wayiqra’ (ויקרא) “ yang berarti la memanggil. Panggilan kepada kekudusan.Kitab ini memerinci kegiatan harian para imam dan umat Allah.Penetapan Allah yang terwujud dalam peraturan-peraturan keagamaan.

Kitab Imamat menekankan dua hal bahwa Allah adalah Allah yang kudus maka umat pun harus hidup kudus (Imamat 19:2). Segala sesuatu yang berkaitan dengan Allah selalu dipandang kudus. Ada 90 penggunaan kata “kudus” dan 17 kata “pengudusan” dalam keseluruhan kitab ini yang ditujukan bagi umat. Kurang lebih tercatat 613 hukum.      Sebagian besar berupa larangan dan sisanya tentang persembahan dan penetapan Allah bagi umat-Nya. 

Sebagai orang-orang yang telah ditebus Allah, umat dituntut mengucap syukur atas segala apa yang telah dilakukan-Nya. Beberapa perayaan penting menjadi tonggak sejarah Israel yang dirayakan turun menurun.Hari Sabat dirayakan untuk mengingatkan keberadaan umat sebagai makhluk ciptaan-Nya agar dapat sejenak beristirahat dan menempatkan kehidupannya selaras dengan Sang Pencipta.Perayaan Paskah mengingatkan mereka tentang penebusan dari perbudakan di Mesir yang dilanjutkan dalam kesederhanaan dalam Perayaan Hari Raya Roti Tidak Beragi.

PENJELASAN PERIKOP

Perayaan selanjutnya adalah hari raya penuaian atau hari raya buah sulung.Pada hari raya ini umat diminta membawa hasil pertama gandumnya kepada imam.Makna hari raya adalah tentang pemeliharaan Allah terhadap umat-Nya.Tuntutan persembahan ini mengingatkan umat bahwa Allah sumber berkat mereka. Hasil pertama dari hasil tanah telah mereka terima sudah seharusnya dipersembahkan kembali kepada sang empunya kehidupan. Sebab tanah dan hidup adalah milik-Nya.

Persembahan adalah ungkapan syukur dan pernyataan kebergantungan kita kepada Tuhan.Memberikan persembahan adalah sebuah kehormatan untuk menyatakan diri berada di bawah berkat Tuhan.Memberikan dengan sukacita dan tanpa paksaan membuat kita semakin bersyukur.

Dari perikop ini Allah mengajarkan umat untuk dapat memahami arti persembahan yang mereka berikan dan memberi dalam ketulusan.Pemberian persembahan yang didasari dengan ketulusan hati menjadi tanda pengakuan iman yang sungguh-sungguh di hadapan Allah sebab Allah sendirilah yang memberkati umat-Nya sehingga umat dapat mengakui bahwa sumber berkat adalah dari Allah satu-satunya.

Tuhan memberi mereka kehidupan dan berkat, maka umat pun dapat ’meminta’ sesuatu dari Tuhan sendiri. Pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa persembahan itu berasal dari Allah dan kembali pada Allah.

 

PERTANYAAN UNTUK DIDISKUSIKAN :

  1. Belajar dari umat Israel masa lalu dalam bacaan ini, apa-kah kita sudah sungguh-sungguh bersyukur atas segala pemeliharaan Tuhan dalam hidup kita ? Bagaimanakah kita memaknai hidup kita dalam tindakan syukur ? Apa saja yang seharusnya kita lakukan ?
  2. Sudahkah kita meyakini akan keterlibatan Allah secara penuh dalam hidup kita ? Apa bukti pemeliharaan Allahyang sudah saudara alami selama hidup?

H.L.H/ sgrs

HARI MINGGU I SESUDAH PASKAH

MINGGU8 APRIL 2018

KASIH  YANG MEMPERSATUKAN 

1 Yohanes 4 : 7 – 21


 

LATAR TEKS

Surat 1 Yohanes ditujukan kepada persekutuan kristen yang sedang menghadapi  situasi di mana beberapa anggota jemaat yang tidak benar-benar menjadi bagian dari persekutuan (2:19) yang lebih memilih hidup dalam kebencian ketimbang mengasihi sesama dan menganggap diri sendiri tidak berdosa dalam segala hal (1:8). Mereka ini terpengaruh dengan ajaran gnostik (gnosis, pengetahuan) yang menyangkal Yesus sebagai Mesias (2:22), sebagai anak Allah (4:15; 5:5, 10), sebagai manusia (4:2).

Mereka menolak keselamatan melalui kematian Yesus di kayu salib (3:16) dan cenderung hidup menurut hawa nafsu dunia (2:15).Perilaku mereka tidak selaras dengan perintah Tuhan sebab bagi mereka hanya keselamatan roh atau jiwa yang lebih penting daripada keselamatan tubuh.  Sebagai saksi langsung dari kehidupan dan pelayanan Yesus, penulis surat Yohanes menasihati warga jemaat untuk percaya bahwa  hidup bersama Allah berarti hidup di dalam terang dan bukan dalam kegelapan. Mereka wajib hidup sama seperti yang Kristus lakukan (1:5, 2:6; 2:27; 2:29). Dengan demikian mereka dapat mengasihi Allah dan mengasihi sesama yang membutuhkan pertolongan (3:17).  Kelak dalam ketaatan, mereka disebut sebagai anak-anak Allah dan menjadi sama seperti Kristus pada waktu kedatangan-Nya  (2:28, 3:1-2).

 

PEMAHAMAN TEKS 

Allah yang diimani dalam Yesus Kristus adalah Allah yang mengasihi. Kasih Allah itu sudah diterima manusia lewat kematian Yesus di atas kayu salib sehingga manusia yang berdosa beroleh pengampunan (2:12)  dan menerima kehidupan kekal (2:17).  Allah sebagai sumber kasih sejati menganu-gerahkan kasih-Nya yang sempurna dengan mengutus Anak-Nya sebagai Jurudamai bagi manusia yang berdosa.Pengor-banan Yesus di atas kayu salib merupakan manisfestasi kasih Allah yang sempurna dan agung sehingga manusia dengan rendah hati dan rasa syukur menerima kasih Allah yang menjadikan mereka mengalami damai sejahtera Allah.

Implikasi kasih Allah bukan sekadar pengetahuan belaka dan berhenti pada tataran kognitif.Pengetahuan tentang kasih Allah yang nyata dalam Yesus Kristus berujung pada tindakan-tindakan kasih yang dijabarkan dalam kebersamaan dengan sesama.Kasih Allah yang ditanggapi dalam hidup persaudaraan kasih yang nyata. Kasih Allah tercermin dengan sempurna dalam perbuatan dan perkataan orang-orang percaya yang dengan penuh sukacita melakukan apa yang merupakan perintah Tuhan bagi mereka. Relasi dengan Allah menjadi relasi intim di mana dalam persekutuan dengan Roh-Nya maka secara keseluruhan kita bersatu dengan Allah yang mengasihi manusia.

Kasih Allah itulah yang membebaskan manusia dari pikiran dan perbuatan yang hanya mencari kesenangan diri sendiri dan mengabaikan perhatian bagi mereka yang dalam penderitaan hidup.Mereka yang mengalami perlakuan kasar, tindakan diskriminatif, ketidakadilan sosial dan dipandang hina, membutuhkan kasih Allah dalam kenyataan hidup yang dihadapi.Kebencian merupakan perlawanan dari kasih Allah.Mereka yang hidup dalam kebencian dan terus memelihara kebencian kepada sesama, tetap hidup dalam kegelapan, dan bukannya dalam terang Allah.Dalam hidup beriman, kasih dan kebencian tidak dapat disatukan atau disamarkan. Kasih dan kebencian sama seperti terang dan gelap yang tidak dapat disatukan. Pilihannya tegas. Tidak ada kompromi sama sekali.  Adalah sebuah kebohongan yang tak terbantahkan jika mengaku mengasihi Allah tetapi tetap membenci sesamanya. Perintah Tuhan adalah perintah tanpa syarat: mengasihi secara sepenuhnya baik kepada mereka yang mengasihi saudara maupun mereka yang membenci saudara.

 

APLIKASI

  1. Kepercayaan kepada Allah tentunya perlu diperkaya hari demi hari lewat pengajaran khotbah, studi Alkitab pribadi dan percakapan iman bersama saudara seiman. Pengetahuan tentang Allah atau teologi hendaknya berakar pada karya Kristus sebagai manifestasi kasih Allah yang sempurna bagi manusia berdosa. Kita hendaknya tidak bosan-bosan mempelajari dan memberlakukan kasih Allah lewat ketaatan kita hidup sesuai dengan firman Tuhan. Dalam tindakan kasih itu maka persekutuan kita dengan Allah semakin mendalam. Kita akan terus mengalami kasih Tuhan yang menghibur, menguatkan dan meneguhkan kita untuk tidak takut terhadap ancaman dan fitnah saat kita mengasihi musuh yang dibenci sesama. Kita patut bersyukur bahwa Yesus menjadi contoh yang benar dalam melakukan apa yang dikhotbahkannya. Diatas kayu salib, Tuhan Yesus mengampuni mereka yang menyalibkan-Nya dan mengampuni Petrus yang sudah menyangkal-Nya dengan melibatkannya dalam tugas pelayanan yang mulia.
  2. Ketakutan seringkali menjadikan orang percaya tidak berbuat apa-apa menolong mereka yang dalam kesusahan dan penderitaan. Seringkali pendapat orang lain menentukan cara kita mempraktekkan kasih Allah. Kita butuh persetujuan orang lain ketimbang berpihak pada hati nurani yang penuh belas kasihan. Kita mengutamakan prosedur yang panjang dan melelahkan sehingga kesempatan menyatakan kasih Tuhan lenyap sama sekali. Seringkali perhitungan matematik kita terlalu tinggi sehingga kita lebih mengagumi kekayaan yang bertambah (saldo gereja yang banyak) daripada berbagi berkat bagi sesama yang terkena musibah dan bencana mengerikan. Kita hanya pandai mengomentari orang yang susah sebagai pemalas atau parasit dan enggan membuka tangan yang penuh berkat membantu mereka.

 

KHOTBAH

Dalam iman kepada Yesus Kristus, kita patut bersyukur sebab kasih Allah sempurna bagi kita.Allah yang kita sembah dan puji nama-Nya adalah Allah yang Mahakasih.Kasih Allah itu nyata lewat penebusan Yesus yang mati tersalib. Kita percaya bahwa hidup kita sudah diselamatkan dari kebinasaan dan sekarang sebagai anak-anak Allah, kita menikmati janji Allah akan hidup yang kekal. Kasih Allah bukan sebuah kisah fiktif atau ilusi manusia, tetapi kebenaran yang perlu kita imani hari demi hari sehingga kita dapat menjadi pelaku kasih sama seperti yang Yesus sudah contohkan.

Penulis surat Yohanes mendorong jemaat Tuhan untuk percaya kasih Allah dan menjadi pelaku kasih yang sesung-guhnya. Kasih Allah bukan sekadar pengetahuan.Kasih Allah itu bukan pula bahan retorika.Allah mengasihi kita sehingga kita diselamatkan dan kelak tinggal dalam kekekalan bersama Tuhan Yesus.Kita bertanggungjawab menjadi saluran berkat Allah dengan memberi makan dan minum bagi yang lapar dan haus; dengan memberikan obat dan perhatian bagi yang sakit; dengan memberikan kail dan ikan bagi mereka yang mau berusaha dan berharap bantuan.Yesus sudah mengajarkan kepada kita untuk tidak hidup dalam kebencian sekalipun sudah disakiti atau dikhianati.Tuhan tetap mengasihi Petrus dan mendoakan mereka yang menyalibkan-Nya dengan tulus.

Perintah Tuhan bagi kita bukan sesuatu yang baru. Perintah itu selalu disampaikan berulang-ulang bagi  umat-Nya. Allah kita adalah Allah Mahakasih.Allah yang mengajarkan kasih yang sesungguhnya sehingga kita percaya kepada Yesus, Tuhan kita.Bertobatlah jika kita masih hidup dalam kebencian.Hanya kasih menjadikan kita dapat berdamai dan mengalami sukacita seu-mur hidup.Kebencian selalu berlawanan dengan kasih Yesus.Mereka yang dibelenggu dengan kebencian, bukan berasal dari Allah.Mereka adalah anak-anak kegelapan dan bukan anak-anak terang.Hidup sebagai anak-anak kegelapan membawa kita pada rantai kejahatan. Selamanya kita akan kehilangan sukacita dan damai sejahtera Allah sebab si jahat sudah merampasnya dari hidup kita.

Mari kita berdamai dengan Allah yang Mahakasih. Saudara perlu berdamai dengan Tuhan Yesus agar kasih-Nya menguasai  seluruh ruang hidup kita tanpa ada lagi yang tersisa. Minta dan undanglah Roh Kudus untuk berkarya dalam hidup saudara sehingga saudara dapat mengasihi tanpa ada beban atau paksaan.Kasihilah sesama hanya karena Allah yang meme-rintahkannya bagi kita.Dengan mengasihi, hidup kita takkan berkekurangan.Saudara malah diperkaya dalam segala se-suatu. Saudara dan saya menjadi layak bagi Kerajaan Allah sebab kita mau menjadi alat Tuhan  yang memberkati sesama saat mereka berduka, kesepian, terpenjara dan dalam kelemahan tubuh.   Kita sepenuhnya hidup dalam waktu anuge-rah Allah, yang mengingatkan kita bahwa kita sepenuhnya berhutang kepada Allah yang kasih-Nya tanpa syarat.Sekarang waktunya dan bukan besok atau besoknya lagi untuk mengasihi dan menjadi alat kasih Allah yang sempurna bagi sesama kita.

S.G.R.S/MIRdW

MINGGU I SESUDAHPASKAH

RABU11 APRIL 2018

KARYA ROH KUDUS SEMPURNA

Yohanes 14 : 15 – 31


 

PENGANTAR

Tuhan Yesus mempersiapkan para murid menghadapi tan-tangan yang kelak mereka hadapi.Persiapan yang membantu para murid untuk mengerti misi penyelamatan Allah dan bagai-mana mereka menjadi murid-murid-Nya yang setia dan saling mengasihi. Kematian Yesus menjadi bagian dari karya kese-lamatan Allah bagi masa depan manusia yang lebih baik. Karya keselamatan Allah ini perlu dipahami oleh para murid sehingga mereka tetap hidup sebagai satu persekutuan yang saling me-ngasihi dan bukannya tercerai-berai seperti domba yang ter-sesat.

Murid-murid Yesus mengalami peristiwa yang selama ini tidak pernah mereka dengar dan saksikan. Para murid pada waktunya akan berpisah dengan Tuhan Yesus, yang sudah menyertai mereka selama 3 tahun dalam pelayanan dan kesaksian.  Tuhan tetap menjamin bahwa mereka tidak akan ditinggalkan sepenuhnya. Tuhan Yesus menjanjikan kuasa Roh Kudus yang akan membantu mereka bertumbuh dalam kebenaran firman Tuhan dan memberitakan kasih Allah bagi sesama. Roh Kudus yang menjadikan para murid mengalami penghiburan dan kekuatan baru dalam mengasihi Allah dan sesama serta berkarya mengabarkan Injil Yesus Kistus yang menyelamatkan.

 

PEMAHAMAN TEKS

Kasih Allah tetap berlanjut bagi manusia dari berbagai latar belakang.Allah yang penuh kasih itu mengutus Anak-Nya yang tunggal menjadi tebusan dosa bagi banyak orang.Kasih Allah itu terus dinikmati murid-murid Tuhan Yesus dengan pemberian janji Roh Kudus.Janji Roh Kudus adalah kebenaran mutlak yang tidak perlu diragukan atau dipertanyakan.Tuhan Yesus sendiri yang meminta kepada Allah Bapa dengan tujuan agar para murid mengalami penyertaan Allah. Para murid akan terhubung dengan Allah selama mereka benar-benar mengasihi-Nya.

Roh Kudus yang berkarya itu dapat dimengerti para murid saat mereka percaya dan hidup dalam ketaatan kepada firman Allah.Percaya dan taat bukan sikap yang berlawanan.Ke-duanya ibarat dua sisi mata uang logam yang tak terpisahkan. Mereka yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus jelas mereka tidak akan pernah mengalami campur tangan Roh Kudus yang membawa sukacita dan damai sejahtera Allah. Roh Kudus memandu para murid untuk tidak mengandalkan ego pribadi dan kehebatan pribadi mereka. Apa yang mereka miliki tidak dapat membantu para murid menghadapi kebencian orang-orang fasik yang  membenci Tuhan Yesus sebagai Juruselamat.

Karya Roh Kudus itu sempurna bagi murid-murid ketika terhubung dengan Tuhan Yesus setiap hari  sehingga mereka menjadi pelaku firman Allah. Karya Roh Kudus menyatu dalam hidup para murid yang membuat para murid mengasihi Allah Bapa dan Allah Anak.Dengan mengasihi Allah maka mereka dapat melakukan perintah Tuhan Yesus sebagai saluran berkat bagi kemuliaan Allah.Kasih Allah menjadi otentik dapat dialami manusia dalam kenyataan hidup mereka sehingga siapapun yang percaya kepada Tuhan Yesus pasti dapat menjadi pembawa damai sejahtera Allah bagi sesama.

 

PERCAKAPKAN

  1. Roh Kudus dijanjikan Tuhan Yesus bagi kita sekalian. Lalu mengapa jika di tengah persekutuan terjadi konflik, masing-masing pihak tetap dalam kebenarannya masing-masing dan tidak ada bersedia memberikan pengampunan? Bagaimana pendapat saudara terhadap kenyataan yang menyedihkan ini? Apa yang dapat kita lakukan untuk menjadikan damai sejahtera Allah menyatukan dua belah pihak yang bermusuhan hebat?
  2. Apa bedanya mereka yang hidup dalam penyertaan Roh Kudus dengan yang sama sekali mengabaikan kuasa Roh Kudus dalam diri mereka? Dapatkah saudara sebutkan manifestasi dari mereka yang hidupnya sudah mengalami penyertaan Roh Kudus? Berikan pendapat saudara!

S.G.R.S/MIRdW