HARI MINGGU PASKAH

MINGGU, 1 APRIL 2018

Renungan Pagi

KJ.194 : 1Berdoa

ZIARAH MENEMUKAN YESUS


Yohanes 20 : 1 – 10

Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain … dan berkata kepada mereka:

“Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan.” (ay.2)

Kubur kosong! Apa artinya? Zaman dulu peristiwa kubur ko-song, selalu berarti pencurian.Para pencuri mengincar harta yang dibawa mati oleh yang meninggal dunia.Mereka mem-bongkar kubur mencari harta.Begitulah terlintas dalam pikiran Maria Magdalena. Bukan harta tetapi jenazah Yesus yang dicuri! Muncul dugaan, hal itu dilakukan musuh-musuh Yesus.

Mengapa hal itu dilakukan? Untuk membungkam para murid yang masih percaya bahwa Yesus bangkit seperti yang dikatakan sebelumnya.Tetapi iman para murid tidak goyah.Memang kesedihan di Golgota membuat bimbang.Kegalauan menghilangkan ingatan.Derita Yesus membuat redup harapan.Tetapi pengalaman kasih membuat Maria Magdalena terus tegar.Ia mencari bantuan kepada Petrus dan Yohanes yang segera ke kubur. Keduanya juga menyaksikan hal yang sama. Kubur kosong! Sang perempuan yang disembuhkan Yesus itu (Lukas 8:2) terus mencari. Kesedihannya membuat ia menangis sambil menjenguk ke dalam kubur. Kesungguhannya mencari Yesus mendorong dua utusan Tuhan tampil. Maria disapa dan terjadi dialog. Lalu menyusul Yesus yang menampakkan diri-Nya. Dialog dengan Yesus terjadi pula. Mengapa Maria menangis? Mengapa ia mencari Yesus? Suara Yesus yang menyebut namanya membuat ia terperanjat. “Itu suara Yesus!” Maka Maria dengan spontan menyapanya “Guru!”.

Maria menemukan Gurunya yang telah bangkit.Gaya hidup kasih yang mencari dan menemukan Yesus, itulah spiritualitas Maria.Tabah dan tidak putus asa dalam mencari dan menemukan Yesus. Bukan saja karena imannya mengundang  Yesus tampil menyapa. Tetapi kasih yang mempersatukan dengan harap yang tidak pernah padam.Mari, rayakan Paskah dalam kehangatan kasih. 

KJ.194: 2,3

Doa : (Ya Kristus, biarlah kemenangan-Mu meningkatkan tekad kami membangun gaya hidup kasih)

H.O/ sgrs

 


 

HARI MINGGU PASKAH

MINGGU, 1 APRIL 2018

Renungan Malam

GB.174 : 1Berdoa

PERJUMPAAN YANG MENGUATKAN

Yohanes 20 : 11 – 18

Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis?” Jawab Maria kepada mereka: “Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.” (ay.13)

Apakah yang kita rasakan bila tidak dapat menemukan orang yang kita cintai sekalipun telah tiada? Pasti ada perasaan sedih dan kecewa. Rasa penasaran di hati dan berharap orang yang kita kasihi itu baik-baik saja. Atau pun bila ia telah tiada, kita ingin melihat untuk terakhir kalinya dan memakamkannya dengan cara terhormat. Itulah yang dialami Maria ketika menemukan kenyataan bahwa mayat Yesus tidak ada di tempatnya.

Perjumpaan dengan dua malaikat tidak menyurutkan rasa penasaran  mencari Yesus. Maria tetap menganggap Yesus adalah Tuhan  sekalipun Ia telah wafat(ayat 14). Ditengah-tengah situasi yang tidak menentu itu, Yesus datang meneguhkan hati Maria bahwa Ia tidak diculik tetapi Ia bangkit. Maria belum sepenuhnya menyadari bahwa orang yang berbicara dengannya adalah Yesus sendiri. Pada akhirnya Maria menemukan hal yang terbaik dalam hidupnya bahwa ia mendengar Yesus sendiri bersaksi tentang kebangkitan-Nya.Perjumpaan demi perjumpaan dengan Yesus membuat Maria semakin kuat hingga ia adalah orang yang pertama kali bersaksi kepada murid-murid Yesus tentang apa yang dialaminya dalam kubur kosong.

Bagaimana dengan kita ? Apakah segala kebaikan Tuhan yang telah dialami tetap membuat kita bertahan dalam segala situasi?Membuat kita teguh berpegang pada-Nya sambil menantikan karya-Nya yang terbaik? Merayakan Paskah berarti juga merayakan kuasa kemenangan yang memberikan kelepasan atas dosa dan memberi kita pengharapan kekal di dalam Dia.  Kiranya kebangkitan Kristus terus mendorong kita selalu bersyukur dan bersaksi di tengah-tengah dunia ciptaan-Nya.

GB.174 : 2

Doa : (Ya Tuhan, yakinkanlah kami bahwa dalam setiap perjumpaan denganMu kami makin dikuatkan untuk bersaksi)

H.L.H/ sgrs


 

MINGGU PASKAH

SENIN, 2 APRIL 2018

Renungan Pagi

GB.263 : 1Berdoa

PENYELAMATAN YANG BERBUAHKAN SYUKUR

Keluaran 12 : 1 – 15

Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya(ay.14)

Perayaan apapun dalam hidup kita pasti punya makna tersendiri.Contohnya perayaan ulang tahun perkawinan, mengajak kedua pasangan rumah tangga mengingat janji perkawinan yang telah diucapkan. Bukan itu saja, pasangan suami istri bersyukur jikalau bukan karena Tuhan maka tidak mungkin mereka bersatu dalam bahtera rumah tangga.

Demikian juga  setiap perayaan dalam persekutuan umat Israel dalam bacaan ini. Hari raya roti tidak beragi adalah sebuah pesta kaum tani dan perayaan Paskah awalnya dirayakan suku-suku nomaden yang memohon perlindungan dewa mereka atas ternak-ternak peliharaan.Pada masa perbudakan di Mesir, perayaan itu tetap dilakukan Israel.Pada waktu pembebasan Israel maka perayaan tersebut dikaitkan dengan kedua peristiwa tersebut untuk mengingat Allah Israel.Perayaan Paskah yang telah dimaknai secara baru menjadi tonggak sejarah perjalanan umat Israel.Makna perayaan Paskah Israel mengingat perbuatan Allah Israel dan mengucap syukur atas keselamatan yang diberikan pada umat.Pengucapan syukur ditandai persembahan kurban bagi Allah.Semua kenangan terhadap Allah mempunyai arti penting agar umat memahami tindakan penyelamatan Allah bagi umat-Nya.

Saat ini kita tidak lagi memahami Paskah seperti yang dihayati oleh Israel masa lalu.Paskah yang saat ini kita rayakan memiliki arti bahwa yang lama telah berlalu, terbitlah yang baru.Tindakan penyelamatan di dalam Yesus Kristus membuka mata dan hati kita untuk percaya bahwa tiada berkesudahan kasih setia Allah.Kita patut bersyukur dengan mempersembahkan seluruh hidup kita bagi-Nya. Sebab penyelamatan-Nya, selalu ada hari esok yang penuh damai sejahtera bagi kita. Sudahkah kita bersyukur hari ini ?

GB.263 : 2,3

Doa : (Ajarkan kami ya Bapa untuk selalu mengingat kasihMu melalui ibadah dan perayaannya sehingga membangkitkan tindakan pengucapan syukur yang bermuara bagi kemuliaan namaMu)

H.L.H/ sgrs

 


 

MINGGU PASKAH

SENIN, 2 APRIL 2018

Renungan Malam

GB.107 : 1,2Berdoa

PERAYAAN MENYUCIKAN UMAT

Keluaran 12 : 43 – 51

Tetapi apabila seorang asing telah menetap padamu dan mau merayakan Paskah bagi TUHAN, maka setiap laki-laki yang bersama-sama dengan dia, wajiblah disunat; barulah ia boleh mendekat untuk merayakannya; ia akan dianggap sebagai orang asli. Tetapi tidak seorangpun yang tidak bersunat boleh memakannya.(ay. 48)

Perayaan Paskah mengandung makna penyucian umat. Mereka yang merayakan Paskah sungguh-sungguh memahami dengan baik dan penghayatan penuh. Segenap jemaat Israel harus merayakannya (ayat 47) tidak terkecuali tua, muda, besar, kecil, laki-laki dan perempuan. Mereka wajib merayakannya di dalam rumah masing-masing. Artinya bahwa perayaan sebaiknya dirayakan dalam suatu persekutuan yang kudus.

Persekutuan kudus yang telah terikat janji Allah sebagai umat-Nya. Setiap mereka yang bukan berasal dari umat Tuhan, bila ingin merayakan perayaan ini harus terlebih dahulu disucikan dalam tradisi sunat (pendatang atau orang asing).Mengapa mereka harus disucikan terlebih dahulu?Sebab identitas sebagai umat menjadi sesuatu yang teramat penting di hadapan Tuhan. Perjanjian Allah kepada umat-Nya Israel sangat jelas, hanya Israelnya yang mendapat hak istimewa sebagai umat-Nya sehingga mereka pun memiliki identitas jelas sebagai umat Tuhan dengan tanda sunat bagi setiap laki-laki.

Perjamuan kudus yang kita rayakan juga memiliki makna yang sama seperti perayaan Paskah Israel. Setiap mereka yang boleh mengambil bagian dalam Perjamuan Kudus terlebih dahulu belajar tentang makna Perjamuan Kudus itu. Setelah diteguhkan sidinya, mereka diperkenankan mengikuti perjamuan kudus. Jadi setiap perayaan harus dimak-nai dengan baik oleh umat Tuhan agar perayaan ini dapat membekali pemahaman yang lebih baik lagi tentang tindakan penyelamatan Allah dan mendorong ucapan syukur yang diimplementasikan melalui perbuatan nyata bagi kemuliaan Allah. Tanpa pemahaman dan penghayatan yang baik maka akan sia-sialah semua yang dilakukan. Kita diajak untuk mengerti apakah dan sudahkah kita memaknai setiap perayaan keagamaan dengan baik ? Ataukah sekadar merayakannya tanpa mengerti arti sesungguhnya ?

GB.107 : 3,4

Doa : (Ya Bapa, ajarkanlah kami mendalami dan memahami segala apa yang kami pelajari melalui Kitab Suci sehingga penghayatan yang kami jalani benar-benar seturut dengan kehendak-Mu)

H.L.H/sgrs

 


MINGGU PASKAH

SELASA, 3 APRIL 2018

Renungan Pagi

GB.62 : 1,2Berdoa

PERAYAAN YANG MENDORONG KESADARAN UMAT

Keluaran 13 : 1 – 10

Hal itu bagimu harus menjadi tanda pada tanganmu dan menjadi peringatan di dahimu, supaya hukum TUHAN ada di bibirmu; sebab dengan tangan yang kuat TUHAN telah membawa engkau keluar dari Mesir.(ay. 9)

Gambar, tanda, benda dan peristiwa dapat menjadi simbol. Dalam kehidupan umat Israel, simbol menjadi alat peraga dalam menghayati iman mereka kepada Allah Israel. Seperti darah anak domba yang dioleskan pada pintu, roti tak beragi, anggur dan lain sebagainya. Sebagai simbol,  benda-benda itu tidak hanya menunjuk, tetapi juga mengandung arti dan membangkitkan emosi; ia berbicara melalui mata menuju hati dan melibatkan akal budi. Pada awalnya peringatan itu adalah perintah Allah sendiri bagi umat untuk merayakannya.

Mengapa penting semua simbol itu? Karena bukan saja umat perlu mengingat apa yang telah terjadi dan apa tindakan Allah bagi umat-Nya namun sebagai peringatan bahwa Allahyang empunya mereka semua. Allah bukan hanya pemilik kehidupan tetapi pemilik umat. Kebaikan yang telah diterima sepatutnya diekspresikan dengan sikap berterima kasih yang keluar dari hati yang terdalam. Perayaan yaitu pengudusan anak sulung dan perayaan roti tidak beragi yang dirayakan pula  dengan mengingat (lambang pada dahi) dan melakukannya (tanda pada tangan) turun menurun.Pada peringatan Paskah, Anak Domba Paskah harus disembelih, darahnya dioleskan di ambang pintu rumah agar malaikat maut yang mengambil nyawa anak-anak sulung melewati rumah itu, sehingga anak-anak sulung Israel selamat dari kematian, (dalam bahasa Ibrani, pesakh = melewatkan).

Pesan yang dapat kita ambil melalui bacaan ini adalah bahwa setiap perayaan atau ibadah yang kita naikkan haruslah mendorong kesadaran kita tentang keberadaan kita serta apa yang kita pahami tentang Tuhan. Tanpa pemaknaan pada setiap perayaan atau ibadah yang dilakukan maka semua menjadi  sia-sia. Yang utama adalahkesadaran tentang kasih Allah itu menumbuhkan keberanian untuk bersaksi bagi dunia lewat sikap hidup sehari-hari.

GB.62 : 4,5

Doa : (Ya Bapa, kiranya melalui setiap perayaan ibadah yang kami lakukan semakin mendorong kami kuat didalam-Mu dan mendorong kesadaran kami bersaksi tentang kebenaran dan kasih-Mu)

H.L.H/ sgrs

 


MINGGU PASKAH

SELASA, 3 APRIL 2018

Renungan Malam

GB.209 : 1Berdoa

MAKNA PENEBUSAN

Keluaran 13 : 11 – 16

Tetapi setiap anak keledai yang lahir terdahulu kautebuslah dengan seekor domba; atau, jika engkau tidak menebusnya, engkau harus mematahkan batang lehernya.Tetapi mengenai manusia, setiap anak sulung di antara anak-anakmu lelaki, haruslah kautebus.(ay. 13)

Menurut kitab-kitab hukum Israel yang tertua, anak sulung dan ternak adalah milik kepunyaan Tuhan.Anak sulung ternak dipersembahkan kepada Tuhan dan pengudusan anak sulung manusia menjadi milik Allah.Penebusan itu sendiri memiliki 2 tujuan yaitu yang pertama penebusan mengingatkan Israel bagaimana Allah telah memisahkan anak-anak mereka dari maut dan telah membebaskan mereka dari tanah Mesir.Yang kedua, bahwa penebusan ini menunjukkan Allah telah begitu mengasihi manusia dan berbeda dengan upacara berhala-berhala atau kafir yang menuntut manusia sebagai kurbannya.

Ketetapan untuk merayakannya menjadi hal yang harus dan tetap dipertahankan.Peringatan pengudusan anak sulung dan persembahan kurban bakaran ini menjadi peringatan tentang Allah Sang penebus yang terus melakukan tindakan penyelamatan bagi umat-Nya.Dalam teologi Kristen, penebusan adalah bagian dari keselamatan yang berarti pembebasan dari dosa.Perjamuan malam, dikaitkan dengan perjanjian dalam darah Yesus, yang melaluinya orang-orang yang ditebus berjanji setia kepada Allah setiap kali mengambil bagian dalam Perjamuan Kudus itu.Makna baru inilah yang terpelihara dalam tradisi gereja dalam bentuk sakramen perjamuan kudus.

Kini sebagai orang-orang tebusan Allah sudahkah kita sadari bahwa hanya dalam penebusan-Nyalah kita tetap hidup dan bebas dari belenggu dosa?Hanya mereka yang menyadari dengan baik, senantiasa menjalani hidup ini dalam syukur dan sukacita.Penebusan memiliki nilai yang sangat mahal karena diwujudkan melalui pengorbanan Kristus di kayu salib.Penebusan sebagai karya Allah terbesar dan kepada-Nya setiap orang yang percaya terhisab dalam kebangkitan-Nya.Memberi yang terbaik adalah pengakuan bahwa semua yang kita miliki adalah berasal dari tangan Tuhan sendiri.Mari kita memberi bagian yang terbaik dari hidup kita bagi Yesus, Sang Penebus.

GB.209 : 2

Doa : (Ya Bapa, penebusan didalam Kristus menjadikan kami manusia yang baru. Ajarkan kami senantiasa mengucap syukur dan memberikan yang terbaik bagi-Mu)

H.L.H/ sgrs


MINGGU PASKAH

RABU, 4 APRIL 2018

Renungan Pagi

GB.225 Berdoa

PENGGENAPAN MELALUI MAKNA HARI RAYA

Imamat 23 : 1 – 8

Inilah hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN, hari-hari pertemuan kudus, yang harus kamu maklumkan masing-masing pada waktunya yang tetap.(ay.4)

Kitab Imamat dikenal sebagai “Buku Panduan Imam” karena di dalamnya terdapat panduan pelaksanaan kurban dan upacara pengudusan.Setiap hari raya yang ditetapkan Allah mempunyai beberapa unsur sebagai berikut yaitu unsur pendamaian, unsur pengudusan dan unsur pengucapan syukur.Semua diatur dalam keteraturan dalam menjalankannya.Perikop hari ini menjelaskan tentang hari-hari raya umat.Yang pertama kali ditetapkan menga-wali hari-hari raya umat adalah penetapan mengenai Hari Sabat.Hari Sabat diadakan agar umat dapat membangun relasi intim dengan Tuhan dan menjalani hidup di dalam kebenaran Tuhan.

Hari-hari raya yang ditetapkan bagi Israel adalah perayaan Paskah dan Hari Raya Roti Tidak Beragi.Perayaan Paskah dirayakan pada hari ke-14 bulan 1 yaitu bulan Nisan dan dimulai ketika matahari terbenam.Perayaan tersebut dirayakan ditengah-tengah keluarga (pada masa itu hanya terbatas pada kaum laki-laki saja).Pada perayaan Paskah itu dihidangkan sajian berupa daging domba dan roti tidak beragi yang mengingatkan Israel pada peristiwa luputnya anak-anak laki-laki sulung Israel dari maut di Mesir dan mengingat betapa terburu-burunya mereka keluar dari Mesir sehingga membuat adonan roti yang tak beragi.Bagi umat Allah masa lalu, penetapan hari-hari raya oleh Allah bagi umat-Nya memiliki makna yang dalam.Perayaan hari-hari raya itu mengikat Allah dan umat-Nya secara khusus.

Bila dunia merayakan hari-hari besarnya untuk mengingat suatu peristiwa penting yang telah terjadi di masa lampau.            Berbeda dengan itu, hari-hari raya yang ditetapkan Tuhan dimaksud untuk memperi-ngatkan kita melalui Alkitab akan peristiwa-peristiwa penting yang akan terjadi di masa mendatang sampai pada penggenapannya melalui pengorbanan Kristus. Mari memaknai setiap perayaan apapun dengan baik sehingga mendorong kita untuk memiliki pengharapan teguh di dalam Dia danterus bekerja bagi kebaikan sesama.

GB.215 : 1,2

Doa : (Ya Tuhan, apa yang telah Engkau tetapkan bagi kami mengandung makna yang baik agar kami selalu mengingat segala kebaikanMu dalam hidup ini. Ajarkan kami melakukannya dalam kesungguhan dan penghayatan penuh)

H.L.H/ sgrs


MINGGU PASKAH

RABU, 4 APRIL 2018

Renungan Malam

GB.116 : 1Berdoa

PERSEMBAHAN SEBAGAI PENGAKUAN IMAN

Imamat 23 : 9 – 14

Pada hari kamu mengunjukkan berkas itu kamu harus mempersembahkan seekor domba ……(ay.12)

Kekudusan menjadi tema yang penting dalam kitab Imamat.Bahkan menjadi jantung dalam kelima kitab Taurat. Tanpa kekudusan, umat tidak akan dapat menjumpai Allah. Kekudusan itu harus nampak dalam semua persembahan umat baik dalam ibadah ritual dan aktual. Di beberapa kitab dalam Perjanjian Lama menyoal kekecewaan Allah atas ibadah yang penuh kepura-puraan dari umat. Allah sendiri merasa jijik dengan semua persembahan yang diberikan karena tidak lahir dari hati yang bersungguh-sungguh.

Sebagai manusia yang telah menerima pendamaian dari Allah,kita dimampukan untuk bersyukur melalui ibadah yang dinaikkan.Persembahan yang dinaikkan bukan sekadar ritus batiniah tetapi persembahan yang juga dihaturkan dari tengah pergumulan kehidupan sesehari yang nyata.Pengudusan manusia oleh Allah dan pemuliaan Allah oleh manusia, keduanya merupakan karak-teristik dalam ibadah.Ibadah sejati tidak terbatas pada ritual ibadah semata.

Ibadah sejati juga menyangkut kehidupan sehari-hari, kapan saja dan di mana saja. Yang menjadi pusat ibadah adalah Allah. Wujud perayaan akbar yang dimulai dengan keseriusan membe-reskan dosa dan kejahatan, lalu diakhiri dengan sukacita tak terhingga karena Tuhan telah memberkati umat-Nya.Dari perikop ini kita belajar tentang Allah yang mengajarkan umat-Nya agar memahami arti persembahan yang mereka berikan dan dimam-pukan memberi dalam ketulusan.Pemberian persembahan yang didasari dengan ketulusan hati menjadi tanda pengakuan iman yang sungguh-sungguh di hadapan Allah sebab Allah sendirilah yang memberkati agar umat mengakui bahwa sumber berkat adalah dari Allah satu-satunya.Kita pun diingatkan senantiasa bersyukur sebab berkat Tuhan yang tercurah dalam hidup kita.

 

GB.116 : 2

Doa : (Tuhan Yesus, terima kasih karena teladan-Mu dalam hal kerendahan hati dan pengorbanan-diri. Berilah rahmat untuk melayani sesamaku, sehingga akupun dapat semakin serupa dengan Engkau)

H.L.H/ sgrs


MINGGU PASKAH

KAMIS, 5 APRIL 2018

Renungan Pagi

GB.69 : 1 Berdoa

PEMBARUAN YANG MENGHADIRKAN DAMAI SEJAHTERA

2 Raja-Raja 23 : 1 – 14

Sesudah itu berdirilah raja dekat tiang dan diadakannyalah perjanjian di hadapan TUHAN untuk hidup dengan mengikuti TUHAN, dan tetap menuruti perintah-perintah-Nya, peraturan-peraturan-Nya dan ketetapan-ketetapan-Nya dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan untuk menepati perkataan perjanjian yang tertulis dalam kitab itu.Dan seluruh rakyat turut mendukung perjanjian itu.(ay.3

Yosia adalah anak Amon, cucu Manasye yang baik tahta di usia yang sangat muda, 8 tahun. Ia memerintah selama 31 tahun. Satu hal yang menarik dan menonjol dari Raja Yosia ini adalah ia telah melakukan pembaharuan atau reformasi agama secara menyeluruh. Pada tahun pemerintahannya di tahun ke-8, Yosia meninggalkan agama yang menyimpang yang telah dipelihara oleh ayah dan kakeknya.Di usianya yang ke- 16 tahun Yosia berani menentang raja Asyur dengan menolak penyembahan berhala.

Yosia memerintahkan penghancuran bukit-bukit pengorbanan di seluruh daerah Israel.Yosia memugar kembali  Bait Suci, mengum-pulkan kembali gulungan kitab suci serta memberlakukan kembali perayaan Paskah. Apa yang melatarbelakangi Yosia dalam usia muda mampu untuk mereformasi kehidupan peribadahan umat Israel ?Yosia dimampukan Allah untuk melihat lebih dalam lagi.Ia melihat kehancuran semua sisi kehidupan Israel bersumber dari ketidak-mampuan menjaga nilai-nilai spiritualitas yang dikehendaki Allah.

Sebagai orang percaya yang telah ditebus oleh Kristus, kita tidak bisa hanya berubah di dalam konsep pemikiran, tetapi juga seluruh tingkah pola yang tercakup di dalamnya.Godaan kembali ke manusia lama adalah hal yang perlu diwaspadai karena daya tariknya sangat kuat.Itu sebabnya kita perlu membentengi diri dengan pengenalan pada Tuhan yang terus-menerus.Umat Israel diminta hidup menuruti perintah dan melakukan peraturan dan ketetapan Allah dengan segenap hati dan jiwa.Hidup orang percaya adalah perubahan; seseorang yang hidup dibawah kuasa kehidupan manusia lama menuju kehidupan manusia baru sesuai kehendak Allah. Perubahan ini membutuhkan proses yang terus-menerus tiada hentinya. Maukah kita dibentuk-Nya seturut dengan kehendak Allah?

GB.69 : 2

Doa : (Bapa kami berterima kasih atas pembaruan terus terjadi dalam kehidupan kami, ajarkan kami mengerti bahwa hanya dalam pembaruan didalam-Mu kami beroleh damai sejahtera)

H.L.H/ sgrs


MINGGU PASKAH

KAMIS, 5 APRIL 2018

Renungan Malam

GB.251 : 1Berdoa

APA YANG BAIK AKAN TETAP HIDUP

2 Raja-Raja 23 : 15 – 23

Ia berkata: “Apakah tanda keramat yang kulihat ini?” Lalu orang-orang di kota itu menjawab dia: “Itulah kuburan abdi Allah yang sudah datang dari Yehuda dan yang telah menyerukan segala hal yang telah kaulakukan terhadap mezbah Betel ini!” (ay.17)

Antony de Mello dalam satu bukunya membuat suatu pembelajaran tentang apa yang orang pikirkan mengenai kita saat telah tiada. De Mello mengajak kita membayangkan saat kita ada dalam peti mati kita sendiri.Apakah yang dikatakan orang tentang kita setelah kita meninggal dunia?Tentu kita berharap mereka mengatakan hal-hal yang baik dan bukan sebaliknya.

Demikian juga ketika  berziarah ke makam seseorang yang kita kasihi. Yang paling kita ingat bukan bagaimana ia berbicara, berpa-kaian atau berperilaku melainkan tindakan yang paling berkesan yang pernah ia buat semasa hidupnya dan menjadi sesuatu yang tak tergantikan apalagi terlupakan. Dalam bacaan kita, ketika raja Yosia menemukan kuburan para abdi Allah dan para nabi yang telah menyerukan pertobatan bagi Israel.Sebagai Raja yang dipenuhi roh, Yosia sontak menyuruh orang-orang untuk tidak menganggu kuburan mereka sebagai tanda hormatnya. Dua ratus tahun telah berlalu, nubuatan tentang salah seorang keturunan Daud yang akan mereformasi Israel dan peribadahannya yang diserukan oleh para abdi Allah dan nabi-nabi akhirnya terwujud. Harapan para abdi Allah akan adanya pembaruan Israel dapat digenapi dalam kepemimpinan raja Yosia.

Makna bacaan hari ini mengajak kita merenungkan satu hal bahwa teladan atau hal-hal yang baik yang ditinggalkan manusia tidak akan pernah mati. Pada waktunya semua akan terkuak dan tetap menginspirasi mereka yang masih hidup. Sebelum menutup hari dalam perenungan kita, sudahkah kita jalani kehidupan kita ini dalam kebenaran Tuhan? Kita berharap kelak jejak langkah yang kita tinggalkan bukan hanya diingat tetapi dapat dilanjutkan oleh semua orang yang telah merasakan kehadiran kita semasa hidup yang dianugerahkan Allah.

GB.251 : 2

Doa : (Ya Bapa, berilah kami hikmat-Mu untuk menjaga hati

dan seluruh hidup kami agar nama-Mu tetap kami kumandangkan dalam kesaksian hidup yang nyata)

H.L.H sgrs


MINGGU PASKAH

JUMAT, 6 APRIL 2018

Renungan Pagi

GB.226 : 1 Berdoa

PENGAKUAN MENDATANGKAN DAMAI DI HATI

2 Tawarikh 30 : 1 – 9

Sebab TUHAN, Allahmu, pengasih dan penyayang: Ia tidak akan memalingkan wajah-Nya dari pada kamu, bilamana kamu kembali kepada-Nya!” (ay.9b)

Suatu hari, seorang guru meminta murid-muridnya membawa satu kantung plastik yang berisi beberapa buah tomat.Setiap murid diperintahkan menulis sifat-sifat buruk yang mereka miliki yang sulit dihilangkan dan menempelkannya pada tomat-tomat tersebut.Lalu mereka diwajibkan membawa kemanapun mereka pergi selama satu minggu penuh.Kantung itu harus ada disamping mereka saat tidur, saat belajar dan saat bepergian. Lama kelamaan tomat-tomat itu membusuk dan sangat mengganggu. Belum seminggu,  mereka menyerah dan meminta agar tomat-tomat busuk itu  dapat dibuang.

Selain Yosia, Hizkia adalah raja yang turut melakukan pembaruan iman dikalanganbangsa Israel. Satu hal yang selalu ditekankan Hizkia adalah soal pertobatan sejati. Umat harus sungguh-sungguh menyadari bahwa apa yang pernah mereka lakukan merupakan tindakan yang menyakiti hati Tuhan dan harus segera ditinggalkan.Umat harus kembali kepada Allah dengan meninggalkan dosa mereka.Memberontak terhadap firman-Nya hanya mendatangkan kebinasaan  umat. Hizkia mengajak umat untuk mengerti bahwa seluruh relasi dengan penguasa, baik Allah maupun manusia bersifat perjanjian.

Manusia terikat dalam suatu perjanjian atau kontrak dengan Allah sebagai Penguasa tunggal.Orang yang menaati perjanjian mendapat berkat, sedangkan yang melanggar mendapat kutuk.Allah berkenan kepada mereka yang memilih bertobat dan menanggalkan semua dosa.Psikolog modern mulai dari Freud, Jung, Adler sepakat menyatakan apa yang ada dalam hati kita, perlu diakui agar tidak menjadi barang busuk dan  mengganggu kehidupan kita. Bila bersalah tak ada jalan lain, akui di hadapan Allah dan tinggalkan dosa segera. Sudahkah kita mengakui semua tabiat dan sifat yang buruk kita dihadapan Tuhan ?

GB.226 : 2

Doa : (Ajarkan kami ya Bapa untuk mengakui akan segala kesalahan dan dosa kami, ajarkan kami untuk membuang segala kejahatan yang hanya akan memisahkan kami daripada-Mu. Berkenanlah menerima kami yang telah menyakiti hati-Mu ya Tuhan serta sucikan kami dan tempatkan kami selalu dalam barisan kawanan domba kepunyaan-Mu yang Engkau kasihi)

H.L.H/ sgrs


MINGGU PASKAH

JUMAT, 6 APRIL 2018

Renungan Malam

GB.61 : 1,2Berdoa

PENYEMBAH YANG BENAR

2 Tawarikh 30 : 10 – 27

Hizkia mengucapkan kata-kata pujian kepada semua orang Lewi yang menunjukkan akal budi yang baik dalam melayani TUHAN.Demikianlah orang memakan makanan perayaan selama tujuh hari, sambil mempersembahkan korban keselamatan dan mengucapkan syukur kepada TUHAN, Allah nenek moyang mereka.(ay.22)

Banyak cara dilakukan menyembah Allah. Kaum naturalis misal-nya, sangat terinspirasi menyembah Allah di luar gedung atau di alam terbuka. Kaum sensate menyembah Allah dengan menggu-nakan indera  yang melibatkan pandangan, pengecap, penciuman dan sentuhan. Kaum tradisionalis merasa dekat dengan Allah me-lalui upacara-upacara, liturgi-liturgi, simbolisasi dengan struktur yang tidak berubah.

Bacaan ini mengingatkan hal penting yang Allah inginkan apa-kah kita sungguh-sungguh jujur di hadapan-Nya melalui penyem-bahan kita? Ketika umat kembali merayakan Paskah, Hizkia me-ngatur segala sesuatu dalam ibadah umat karena umat  bukan ha-nya mengingat-rayakan tetapi juga mengambil bagian dalam ibadah dan pelayanan tersebut. Masing-masing kaum diatur untuk menjadi bagian dalam tatanan yang telah ditetapkan.Hizkia sendiri menjadi pendoa bagi mereka yang belum dapat melaksanakan perayaan tersebut. Hizkia memohon pengampunan Allah atas ketidaklayakan mereka dan Allah mendengar doanya sehingga bangsa itu selamat (ayat 20).

Bacaan ini mengajak kita merenungkan satu hal: sudahkah kita bersungguh-sungguh dalam penyembahan kita?Allah tidak berkenan jika kita hanya menyanyikan lagu-lagu tanpa akal budi, tanpa penghayatan penuh, hanya mengucapkan doa-doa klise yang sifatnya rutin.Allah menginginkan agar dalam pertemuan ibadah, kita turut menggunakan akal budi.Seperti yang dikatakan Rasul Paulus dalam 1 Korintus 14 bahwa segala sesuatu harus berlangsung sopan dan teratur. Matt Redman, seorang gembala sidang di Inggris menulissebuah lagu klasik: Heart of Worship” :“Aku akan membawa bagi-Mu lebih dari sekadar lagu, karena lagu itu sendiri bukanlah apa yang Engkau tuntut. Engkau mencari jauh lebih dalam daripada hal-hal yang tampak.Engkau melihat ke dalam lubuk hatiku.Tuhan melihat hati”.

GB.61 : 3,4

Doa : (Lihat dan selidiki kami senantiasa ya Tuhan agar apapun yang kami lakukan berkenan di hadirat-Mu)

H.L.H/ sgrs


MINGGU PASKAH

SABTU, 7 APRIL 2018

Renungan Pagi

GB.178 : 1,2 Berdoa

KEBANGKITAN DALAM KRISTUS

1 Korintus 15 : 1 – 9

“Aku mau mengingatkan kamu kepada Injil … Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya” (ay.12).

Korintus adalah sebuah kota di Yunani yang terletak di daratan seluas 5 km yang memisahkan laut Aegea dan laut Adriatik. Korintus adalah pusat pertemuan banyak kebudayaan dan memiliki reputasi kota yang liar dengan berbagai teater, pasar dan kuil untuk berbagai agama misteriusnya. Kota yang sangat duniawi dan dipengaruhi beragam kebudayaan.Surat yang ditulis Rasul Paulus ini berisi keprihatinantentang pergumulan yang dihadapi jemaat berhadapan dengan lingkungan yang buruk.

Salah satu pengajaran Paulus adalah tentang kebangkitan Kristus.Tampaknya ada pengikut Kristus yang menjadi tidak percaya bahwa orang mati dapat dibangkitkan dari kematian menuju ke kehidupan kekal.Saat itu berkembang filsafat yang mengajarkan bahwa tubuh orang mati tetap tinggal di tanah dan terpisah dari jiwanya.Pemahaman ini berbeda dengan kebangkitan daging setelah kematian seperti yang disampaikan Paulus.Kematian Yesus Kristus, bagi Paulus menjadi dasar keselamatan manusia,  “Kristus telah mati karena dosa-dosa kita” sesuai kitab suci. Jelas sekali bahwa hanya melalui kematian Kristus sajalah manusia mendapatkan keselamatan yaitu pengampunan dosa. Yesus mati sebagai korban pengganti karena dosa kita. Yesus  mati untuk menebus dosa kita, sehingga melalui kematian-Nya kita kembali memiliki hubungan baik dengan Tuhan. Kebangkitan adalah meterai dari hasil penebusan di kayu salib.Kuasa kebangkitan membaharui kehidupan manusia.Kuasa kebangkitan memberikan pengharapan.Kuasa kebangkitan memberikan kepastian.

Sebagai orang yang beriman kepada Kristus, sudah sepantas-nya kita memercayakan seluruh kehidupan kita kepada Kristus.Ketika berada dalam pergumulan apapun, datanglah kepada Tuhan.Kebangkitan Kristus menjadi bukti dan harapan bagi orang beriman, bahwa Tuhan berkuasa atas seluruh kehidupan kita. Kuasa ke-bangkitan-Nya sanggup melakukan apapun bagi setiap orang yang mendekat kepada-Nya.

GB.178:4

Doa: (Terimakasih Tuhan untuk keselamatan yang telah kami peroleh. Tuntunlah kami agar teguh dalam iman kami kepadaMu)

H.L.H/ sgrs


MINGGU PASKAH

SABTU, 7 APRIL 2018

Renungan Malam

GB.40 : 1Berdoa

KASIH KARUNIA ALLAH

1 Korintus 15 : 10 – 11

Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. ….. (ay. 10)

Ada seorang pelukis yang mencari objekbagi lukisannya.Suatu saat ia bertemu pengemis mabuk dan tidak terurus. Kendati wajahnya kotor dan berjenggot, pelukis itu melukis si pengemis.Setelah selesai, iamenunjukkan karyanya: “Lihatlah ini potret diri anda”. Namun pengemis itu berkata, “Maaf orang yang dalam lukisan itu bukan saya.Lihatlah saya lebih jelas.Saya kotor dan tak terurus.Sedangkan orang yang dalam lukisan anda sangat rapi dan bersih”.Pelukis itu lalu berkata: “Tetapi anda dapat menjadi seperti orang dalam lukisan saya ini. Anda dapat menjadi bersih dan rapi asalkan anda mau.Anda dapat berubah”.

Setiap kita dapat diubah dan dipakai Tuhan. Paulus mengerti kebenaran ini.Ia tetap sadar status masa lalunya dan tetap ber-syukur bahwa ia diselamatkan bahkan dipilih melakukan pekerjaan mulia. Tanpa Tuhan, kita bukanlah apa-apa.Kita se-karang hidup oleh karena kasih karunia-Nya.Paulus menyadari hal ini:”Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah seba-gaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianu-gerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.” (1 Ko-rintus 15:10).

Kita tidak perlu merasa rendah diri dan tidak sanggup  melakukan pekerjaan Tuhan. Ingatlah bahwa mereka yang dipilih Tuhan selama ini adalah orang-orang biasa yang sama seperti kita juga. Mereka mempunyai kelemahan dan keter-batasan, tetapi di tangan Tuhan mereka diubahkan secara luar biasa. Seringkali pertanyaan,bukanlah kita bisa atau tidak, tetapi apakah kita mau atau tidak.Jika kita katakan mau atau bersedia, maka kasih karunia-Nya akan menolong kita dalam tugas bagi kemuliaan Allah.

GB.40: 3

Doa : (Tuhan, kami bersyukur untuk kasih karuniaMu untuk kehidupan kami. Inilah hidup kami jadilah seperti yang Tuhan kehendaki)

H.L.H/ sgrs