“KEKURANGAN YANG MELEBIHKAN”

Memberi dari kekurangan adalah tindakan yang sungguh luar biasa. Karena pada umumnya orang akan memberi dari kelebihan yang ada padanya. Bila kekurangan, kemungkinan besar tidak ada sesuatu yang akan dia beri. Inilah kontroversial yang Yesus saksikan. Yesus melihat orang-orang kaya memberi persembahan dari kelebihan mereka. Sedangkan seorang janda miskin memberikan persembahan dari kekurangannya. Uang persembahan yang janda miskin berikan adalah nilai terkecil dari mata uang pada waktu itu. Sepertinya janda miskin itu memberikan persembahan identik dengan mempersembahkan seluruh yang ada padanya. Hanya itulah harta benda yang dia miliki. Dengan dua peser janda ini memberikan dengan sepenuh hatinya. Dia memberi apa yang ada padanya dengan apa adanya. Tindakannya semata-mata hanyalah memberi dan tanpa pamrih. Secara kasat-mata janda miskin hanya memberi dua peser saja, namun Yesus sangat tahu kedalaman hatinya. Janda miskin ini memang memberi dari kekurangannya. Namun sebenarnya janda ini mengungkapkan kelebihannya. Dalam hal ini kelebihan seseorang yang memiliki hati yang tulus dan apa adanya ketika mempersembahkan hidupnya bagi kemuliaan Tuhan. Yesus berkata: “…Sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak…”.

Tindakan kita memberi persembahan dalam bentuk dan wujud apapun seharusnya bertolak dari hati yang mengasihi. Itu merupakan tindakan pemberian kita yang sesungguhnya. Dengan hati yang mengasihi akan terdapat roh di dalam persembahan yang kita berikan. Yakni roh kerelaan memberi, roh memberi tanpa desakan atau paksaan dan roh memberi bukan untuk prestise, tendensius serta prestasi supaya dipuja-puji. Dengan begitu kita terhindar dari pikiran dan perilaku : “Hanya beri satu koq, namun membuat diri seakan memberi dan mengharapkan seribu…” Biarlah dari kekurangan marilah kita memberikan kelebihan yang bertolak dari hati selalu tulus mengasihi. Melalui hati tulus penuh kasih kita akan memberikan persembahan yang memang kepunyaan Tuhan kemudian menjadi milik kita. Banyak dan sedikit atau besar kecilnya persembahan yang kita berikan sesungguhnya berasal dari Tuhan Sumber berkat. Bukan pemberian yang kita persembahkan itu adalah berkat Tuhan dari usaha kerja dan jerih lelah orang lain. Karena yang kita berikan dalam persembahan merupakan talenta Tuhan bagi masing-masing orang. Tentu saja talenta dari Tuhan untuk kita berbeda-beda termasuk tanggung jawab yang mengikutinya. Makin besar talenta bagi kita makin besar pula tanggung jawabnya. (Bacaan Alkitab: Lukas 21:1-4).


PEMBACAAN ALKITAB (MINGGU PRAPASKAH)

1. Minggu, 28 Februari 2016 : Lukas 21 : 1 – 4 (Pagi ) Lukas 21 : 5 – 6 (Malam)
2. Senin, 29 Februari 2016 : Lukas 21 : 7 – 19 (Pagi ) Lukas 21 : 20 – 24 (Malam)
3. Selasa, 1 Maret 2016 : Mazmur 99 : 1 – 5 (Pagi ) Mazmur 99 : 6 – 9 (Malam)
4. Rabu, 2 Maret 2016 : Mazmur 36 : 1 – 5 (Pagi ) Mazmur 36 : 6 – 13 (Malam)
5. Kamis, 3 Maret 2016 : Matius 21 : 12 – 13 (Pagi ) Matius 21 : 14 – 17 (Malam)
6. Jumat, 4 Maret 2016 : Lukas 9 : 28 – 31 (Pagi ) Lukas 9 : 32 – 36 (Malam)
7. Sabtu, 5 Maret 2016 : Roma 4 : 1 – 5 (Pagi ) Roma 4 : 6 – 12 (Malam)