Renungan Minggu Sesudah Pentakosta

“ BANGUNLAH RUMAH ITU ”

( Hagai 1 : 1 – 11 )

Salah satu fungsi rumah adalah tempat berdiam (tinggal). Rumah tidak hanya menjadi tempat berteduh, tetapi juga tempat pertama kita belajar dan menghayati kehidupan. Ada ungkapan dalam bahasa Inggris: Life begins at home (“kehidupan dimulai di rumah”). Kehidupan yang kita hayati di dalam rumah pada gilirannya akan tercermin dalam kehidupan kita yang lebih luas – dalam masyarakat.

Menghadapi keadaan negerinya yang masih susah, umat yang baru kembali dari pembuangan di Babel itu menganggap penting terlebih dahulu membangun kehidupan mereka sendiri (ay.2-4). Namun, upaya mereka membangun kehidupannya sendiri-sendiri tidak membuahkan keadaan yang lebih baik (ay.5-6). Hagai melihat ada persoalan mendasar yang harus segera diselesaikan, yaitu Rumah TUHAN yang masih dibiarkan sebagai reruntuhan (ay.9-11). Karena itu ia menggerakkan umat untuk merestorasi Rumah TUHAN meski keadaan masih sulit, karena rumah itu melayani fungsi penting dalam kehidupan umat.

“Bangunlah Rumah itu; maka aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN” (ay.8). Bukan karena Allah membutuhkan rumah untuk mencerminkan kemuliaan-Nya, tetapi karena Rumah TUHAN itu mencerminkan hubungan mereka dengan Allah. Jadi bukan soal bangunan rumah itu, tetapi soal relasi umat dengan Allah yang perlu didahulukan untuk dibangun kembali. Mendahulukan pembangunan kembali Rumah TUHAN berarti memulihkan hubungan perjanjian, menempatkan Allah sebagai prioritas dalam kehidupan umat. Maka TUHAN akan kembali menjadi Allah mereka, dan mereka menjadi umat-Nya.

Membangun jemaat misioner pertama-tama bukanlah membangun organisasi, strategi, program, atau manajemen pelayanan yang efektif. Membangun jemaat misioner pertama-tama adalah membangun spiritualitas; menempatkan Allah sebagai prioritas. Membangun gedung gereja atau manajemen pelayanan gereja itu mudah, tetapi membangun sikap hidup menggereja tidak mudah. Diperlukan sikap hati yang merendah, bergantung sepenuhnya pada anugerah Allah. Dengan begitu ke-aku-an akan terkendali dan kemuliaan Allah akan tercermin. Di sini kehidupan akan dihayati penuh berkat dan dijalani dengan penuh syukur serta menjadi berkat banyak orang.

PEMBACAAN ALKITAB (MINGGU SESUDAH PENTAKOSTA)  

  HARI / TANGGAL BACAAN PAGI BACAAN MALAM
1. Minggu,  5 November 2017 Hagai 1 : 1 – 11 Hagai 1 : 12 – 14
2. Senin, 6 November 2017 Hagai 2 : 1 – 6 Hagai 2 : 7 – 10
3. Selasa, 7 November 2017 Hagai 2 : 11 – 15 Hagai 2 : 16 – 20
4. Rabu, 8 November 2017 Hagai 2 : 21 – 23 Hagai 2 : 24
5. Kamis, 9 November 2017 Ezra 1 : 1 – 6 Ezra 1 : 7 – 11
6. Jumat, 10 November 2017 Ezra 2 : 1 – 35 Ezra 2 : 36 – 42
7. Sabtu, 11 November 2017 Ezra 2 : 43 – 54

Ezra 2 : 55 – 58