Renungan Minggu Prapaskah

“BERSYUKUR DALAM KESESAKAN”

( Ayub 6:1-13 )

Apabila seseorang mengalami penderitaan, pasti dia akan berupaya sekuat tenaga untuk mengatasinya agar penderitaannya berakhir. Tentu usaha menyelesaikannya adalah dengan cara baik dan benar; bukan cara tidak wajar, melalui jalan pintas dan tidak pantas yang merugikan orang lain atau diri sendiri. Ada kalanya, orang bisa bertahan dalam penderitaan atau sedia menderita demi pembebasan bagi banyak orang. Misalnya, Nelson Mandela, seorang yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa dan rakyat kulit hitam dari praktik sistem politik apartheid. Hal ini menyebabkan ia menderita. Ia begitu lama mendekam di penjara. Nelson Mandela tetap teguh dan gigih pada perjuangannya. Sehingga membuahkan hasil, yakni kebebasan dan kemerdekaan rakyat Afrika dengan penghapusan politik sistem apartheid.

Ayub adalah seorang tokoh yang saleh dan bahagia, tetapi sekaligus sangat menderita. Penderitaannya bertambah terkait teguran sahabatnya, Elifas. “Camkanlah ini: Siapa binasa dengan tidak bersalah dan di manakah orang yang jujur dipunahkan?” (4:7). Elifas menuduh bahwa Ayub menderita adalah akibat kesalahan dan dosanya. Ayub yakin bahwa ia tidak berbuat salah dan dosa, sehingga membuatnya harus menanggung penderitaan hebat tersebut. Penderitaannya adalah dari Tuhan Allah; disebabkan oleh anak panah yang tertancap pada tubuhnya dan racun panah itu diisap oleh nyawanya (6:4).

Ayub tidak kuat menanggung penderitaannya. Ia berharap dalam keluh kesahnya agar Tuhan Allah segera meremukkan dan menghabisi nyawanya supaya derita sakitnya tuntas. Demikianlah sikap Ayub sebagai seorang yang saleh, setia serta takut akan Tuhan. Jelas, bahwa Ayub menyerahkan derita hidupnya dalam kuasa dan kehendak Tuhan Allah. Ayub tidak ingin lepas dari penderitaannya melalui jalan pintas atau tak pantas. Bagi Ayub, Tuhan pasti akan berkarya untuk membebaskannya dari derita.

Hari Minggu VI Prapaskah adalah saat kita mulai merenungkan makna penderitaan Tuhan Yesus untuk keselamatan kita. Penderitaan Yesus Kristus telah membebaskan kita dari kuasa dosa dan maut. Sekaligus mengalahkan sakit dan derita kita yang membelenggu serta mengikat.


PEMBACAAN ALKITAB (MINGGU PRAPASKAH)                

  HARI / TANGGAL BACAAN PAGI BACAAN MALAM
1. Minggu, 5 Maret  2017 Ayub 6 : 1 – 13 Ayub 6 : 14 – 30
2. Senin, 6 Maret 2017 Ayub 7 : 1 – 10 Ayub 7 : 11 – 21
3. Selasa, 7 Maret 2017 Yohanes 3 : 1 – 13 Yohanes 3 : 14 – 21
4. Rabu,  8 Maret 2017 Yohanes 3 : 22 – 30 Yohanes 3 : 31 – 36
5. Kamis, 9 Maret 2017 Yohanes 4 : 1 – 15 Yohanes 4 : 16 – 26
6. Jumat, 10 Maret 2017 Yohanes 4 : 27 – 38 Yohanes 4 : 39 – 42
7. Sabtu, 11 Maret 2017 Yohanes 4 : 43 – 45 Yohanes 4 : 46 – 54