Renungan Minggu Sesudah Pentakosta

“JANGAN LUPAKAN SEJARAH”

(Ulangan 6 : 20 – 23)

 

Masing-masing pribadi, keluarga, persekutuan dan negara memiliki pengalamannya sendiri. Pengalaman yang indah atau buruk dilalui dan dialami dalam perjalanan hidup. Ada yang menjadikan pengalamannya sebagai motivasi agar ke depan menjadi baik. Atau pengalaman hanya sebagai “masa lalu” tanpa arti. Pengalaman menjadi catatan penting untuk diteruskan dan diketahui bagi generasi selanjutnya. Pengalaman hidup inilah yang menjadi sejarah bagi seseorang, keluarga, persekutuan atau negara.

Ulangan 6:20-23, mengingatkan umat Israel untuk tidak melupakan pengalaman atau sejarah yang pernah mereka alami. Dan wajib disampaikan kepada anak-anak mereka.. “Apabila di kemudian hari anakmu bertanya kepadamu:… maka haruslah engkau menjawab anakmu itu: Kita dahulu adalah budak Firaun di Mesir, tetapi Tuhan membawa…” (ay.20-21). Tujuannya agar “kita dapat dibawa-Nya masuk untuk memberikan kepada kita negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyang kita.. supaya baik keadaan kita dan supaya Ia membiarkan kita hidup” … (ay.23-24). Dengan pengungkapan pengalaman hidup tersebut, anak-anak belajar dan mengetahui sejarah perjalanan nenek moyang atau pendahulu mereka dan peranan Tuhan yang melepaskan, menyertai dan memelihara kehidupan sejak dari Mesir.

Memasuki usia ke-35 Yapendik, kita juga mau melihat kembali sejarah perjalanan Yapendik sejak berdirinya sampai saat ini. Tujuan mulia didirikan Yapendik, suka-duka yang dilalui serta harapan di masa yang akan datang menjadi hal yang perlu diungkapkan kembali agar kita lebih memahami dan mengerti tugas dan tanggungjawab Yapendik bagi kemajuan generasi muda. Dengan demikian, kita merasakan pentingnya kehadiran Yapendik bagi anak-anak dan generasi penerus yang akan melanjutkan panggilan Tuhan melalui  hidup dan pekerjaan mereka di masa depannya. Tugas pendidikan ini adalah tugas kita bersama karena siapapun, dimanapun dan kapanpun kita bisa menyatakan makna “pendidikan” tersebut. Jadilah pendidik bagi dan untuk kita semua.

PEMBACAAN ALKITAB (MINGGU SESUDAH PENTAKOSTA)                        

 

  HARI / TANGGAL BACAAN PAGI BACAAN MALAM
1. Minggu, 3 Juli 2016 Ulangan 6 : 20 – 23 Ulangan 6 : 24 – 25
2. Senin, 4 Juli 2016 Ulangan 7 : 1 – 2 Ulangan 7 : 3 – 6
3. Selasa, 5 Juli 2016 Ulangan 7 : 7 – 8 Ulangan 7 : 9 – 11
4. Rabu, 6 Juli 2016 Ulangan 7 : 12 – 14 Ulangan 7 : 15 – 16
5. Kamis, 7 Juli 2016 Ulangan 7 : 17 – 22 Ulangan 7 : 23 – 26
6. Jumat, 8 Juli 2016 Ulangan 8 : 1 – 5 Ulangan 8 : 6 – 10
7. Sabtu, 9 Juli 2016 Ulangan 8 : 11 – 18

Ulangan 8 : 19 – 20