Renungan Minggu Sesudah Epifania

“KEMULIAAN TUHAN !”

(Yehezkiel 1 : 1 – 14)

Masyarakat Dayak di Entikong, Kalimantan Barat, memaknai beberapa mimpi atau kejadian tak lazim disekitarnya sebagai simbol-simbol yang patut dikhawatirkan. Umumnya setelah mengalami mimpi yang aneh seperti bertemu orang yang sudah meninggal, gigi tanggal atau mendengar suara tertentu dan melihat jejak darah, mereka  meminta presbiter untuk mengadakan ibadah dirumahnya agar Tempa’ (Tuhan) melindungi mereka dari segala hal buruk.

Berbeda dengan situasi di atas, pada perikop ini saat nabi Yehezkiel berada di Babel, ia melihat simbol-simbol yang tak lazim dan memaknainya sebagai kemuliaan Allah. Sebagaimana Yehezkiel 1:1, bisa dibayangkan yang terjadi pada saat itu, Yehezkiel mungkin terkejut, terkagum-kagum, bersukacita bahkan menangis sewaktu menatap simbol-simbol seperti awan besar dengan api yang berkilat-kilat, api dengan suasa (logam campuran emas dan tembaga) yang mengkilat, makhluk seperti manusia yang bersayap, bermuka empat dengan telapak kaki seperti kuku anak lembu (ayat 4-14). Sementara itu orang-orang buangan (Ibrani: gowlah) di sekitarnya mungkin memandang Yehezkiel dengan kebingungan atau menganggapnya sedang bertingkah aneh. Namun Yehezkiel begitu menikmati penglihatan itu sampai akhirnya ia sembah sujud kepada Allah (ayat 28).

Dari pengalaman Yehezkiel, kita bisa melihat bahwa kemuliaan Allah tidak hanya tampak pada situasi yang diharapkan tetapi juga sewaktu dalam keterbatasan seperti masa pembuangan. Meskipun kita tidak menerima penglihatan seperti yang Yehezkiel terima, namun kemuliaan Allah pasti dapat disaksikan juga oleh setiap orang dipanggil dan dipilih-Nya. Allah menampakkan kemuliaan-Nya kepada setiap orang yang rendah hati dan sedia menjalankan kehendak-Nya dengan sungguh-sungguh.

Tujuan Allah menampakkan kemuliaan-Nya supaya seluruh hidup dan kerja kita menjadi pentas kemuliaan-Nya. Baik di hari ini, saat berjalan menuju gereja, di tempat kerja bahkan di pusat perbelanjaan. Kemuliaan Allah pun bisa tampak di setiap tatapan dan senyuman orang-orang yang kita temui di sepanjang hari. Mari nyatakan kemuliaan Allah di dalam seluruh karya panggilan dan pengutusan agar semua orang bersyukur dan menyembah Tuhan.


PEMBACAAN ALKITAB (MINGGU SESUDAH EPIFANIA)   

  HARI / TANGGAL BACAAN PAGI BACAAN MALAM
1. Minggu, 29 Januari 2017 Yehezkiel 1 : 1 – 14 Yehezkiel 1 : 15 – 28
2. Senin, 30 Januari 2017 Yehezkiel 2 : 1 – 7 Yehezkiel 2 : 8 – 10
3. Selasa, 31 Januari 2017 Yehezkiel 3 : 1 – 9 Yehezkiel 3 : 10 – 15
4. Rabu, 1 Februari 2017 Yehezkiel 3 : 16 – 21 Yehezkiel 3 : 22 – 27
5. Kamis, 2 Februari 2017 Yehezkiel 4 : 1 – 12 Yehezkiel 4 : 13 – 17
6. Jumat, 3 Februari 2017 Yehezkiel 5 : 1 – 4 Yehezkiel 5 : 5 – 7
7. Sabtu, 4 Februari 2017 Yehezkiel 5 : 8 – 10 Yehezkiel 5 : 11 – 17