Renungan Minggu Sesudah Epifania

“PEGANG TEGUH IMANMU!”

( I Korintus 1 : 18 – 25 )

Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu diperhadapkan pada kenyataan bahwa keyakinan kita tidak selalu sejalan dengan keyakinan orang banyak. Keyakinan kita terhadap Yesus tidak selalu dapat diterima dengan baik. Ada yang menganggap bahwa keyakinan terhadap Yesus hanya isapan jempol belaka, ada juga yang beranggapan bahwa keyakinan itu hanya suatu tradisi yang diwariskan dari pendahulu-pendahulu kita.

Umat Kristen mula-mula hidup di tengah orang-orang Yahudi dan Yunani. Bagi orang-orang Yahudi, kepercayaan terhadap Yesus sebagai juruselamat merupakan gangguan terhadap masyarakat mereka. Bagi orang-orang Yunani, kepercayaan kepada Yesus tidak lebih dari suatu pembodohan. Orang-orang Yahudi dan Yunani memiliki keyakinan yang berbeda dengan umat Kristen mula-mula. Orang-orang Yahudi meyakini bahwa akan datang mesias yang akan membebaskan dan memerdekakan mereka. Namun, mereka justru menolak saat Yesus berupaya membebaskan dan memerdekakan mereka dari cara berpikir yang keliru. Sedangkan, orang-orang Yunani berupaya untuk mencari hikmat yang mereka percaya dapat memberikan kebijaksanaan dalam kehidupan. Namun, mereka menolak saat Yesus menunjukkan hikmat Tuhan kepada mereka.

Dalam bacaan pagi ini, Jemaat Korintus mendapatkan tekanan dari orang-orang Yahudi dan Yunani. Keyakinan mereka dianggap sebagai suatu kebodohan. Paulus, melalui suratnya ini, berupaya meyakinkan bahwa keyakinan terhadap Yesus bukanlah suatu kebodohan. Keyakinan terhadap Yesus merupakan sumber kekuatan bagi para rasul untuk memberitakan tentang Yesus, Sang Juruselamat. Keyakinan terhadap Yesus juga merupakan hikmat dari Tuhan. Hikmat yang jauh lebih kuat daripada kata-kata seorang bijak. Kekuatan dan hikmat dari Allah melalui Yesus tidak dapat dipahami oleh umat Yahudi dan Yunani.

Dalam kehidupan sehari-hari keyakinan kita terhadap Yesus seringkali mendapatkan tantangan. Tantangan itu datang dari orang-orang yang berada di sekitar kita yang berbeda keyakinan. Tantangan itu sesungguhnya merupakan suatu ujian terhadap keyakinan kita terhadap Yesus. Jika kita lemah menghadapi tantangan itu, maka kita tidak akan mendapatkan hikmat dan kekuatan dari Tuhan. Namun, jika kita bertahan melalui tantangan itu maka Tuhan tentu menunjukkan kepada kita hikmat dan kekuatan hidup yang sesungguhnya.

PEMBACAAN ALKITAB (MINGGU SESUDAH EPIFANIA) 

 

HARI / TANGGAL

BACAAN PAGI

BACAAN MALAM

1.

Minggu, 27 Januari 2019

I Korintus 1 : 18 – 25

I Korintus 1 : 26 – 31

2.

Senin, 28 Januari 2019

I Korintus 3 : 10 – 17

I Korintus 3 : 18 – 23

3.

Selasa, 29 Januari 2019

Yakobus 3 : 13 – 16

Yakobus 3 : 17 – 18

4.

Rabu, 30 Januari 2019

Yakobus 4 : 11 – 12

Yakobus 4 : 13 – 17

5.

Kamis, 31 Januari 2019

Yakobus 5 : 1 – 3

Yakobus 5 : 4 – 6

6.

Jumat, 1 Februari 2019

Galatia 6 : 11 – 14

Galatia 6 : 15 – 18

7.

Sabtu, 2 Februari 2019

Roma 3 : 21 – 26

Roma 3 : 27 – 31