Renungan Minggu Prapaskah

“BERHARAP KEPADA TUHAN”

( Ratapan 1:1-19 )

Kitab ratapan ditulis terkait kehancuran kota Yerusalem, secara khusus Bait Allah. Kehancuran tersebut begitu menyedihkan dan memilukan hati seluruh umat dan bangsa Israel sebagai bangsa milik Allah. Setiap orang yang menyaksikan kehancuran dahsyat yang menimpa kota, dan khusus Bait Suci, pasti akan meratap pedih karena tidak menyangka bisa terjadi. Mengingat Allah Israel adalah Allah yang hebat dan perkasa.

Habis sudah kejayaan dan semarak Yerusalem. Tidak ada lagi kebanggaan. Tidak tampak lagi kegemilangannya. Sejauh mata memandang, hanya puing reruntuhan yang menghiasi bukit Sion. Demikianlah perjalanan bangsa Yehuda yang dijungkirbalikkan oleh bangsa Babel. Hal yang paling menyedihkan ialah kehancuran Bait Suci yang dipahami sebagai suatu pembuktian bahwa dewa-dewa Babel lebih berkuasa daripada Tuhan, Allah Israel.

Dosa membuat hubungan Tuhan dengan manusia menjadi rusak. Yehuda menajiskan dirinya dengan kekafiran. Membenamkan diri di lumpur dosa. Bangsa Yehuda tidak lagi mengagungkan Tuhan tetapi memuliakan dewa-dewa. Tuhan, Allah Israel tidak lagi menjadi pusat hidup mereka. Sekarang Ia turun tangan dan seakan-akan tidak mengenal belas kasihan. Akibat dosa, bangsa Yehuda terpisah dari Tuhan. Itu berarti kehampaan. Tidak ada damai sejahtera, sukacita dan kebahagiaan. Alangkah tidak nyamannya hidup tanpa Tuhan. Keadaan terpisah dari Tuhan berarti keadaan tanpa harapan. Fatal. Dewa-dewa berhala tidak mampu memberikan pertolongan. Apalagi ketenangan

Adalah hal yang menarik, pada ayat 18a dikatakan, “Tuhanlah yang benar, karena aku telah memberontak terhadap firman-Nya”. Benar, kalau Tuhan menghukum itu karena penduduk Yehuda memberontak melawan kehendak-Nya. Tuhan memang punya alasan untuk menghukum bangsa Yehuda namun pengampunan juga Ia curahkan. Kesempatan bertobat Ia berikan. Tuhan punya berbagai cara untuk mengingatkan atau menegur kita. Tuhan tidak menginginkan kita terus menerus hidup dalam kesalahan. Mari bergantung dan berharap hanya pada Tuhan. Pintu pengampunan selalu terbuka dan tangan-Nya siap menyambut saudara dan saya.


PEMBACAAN ALKITAB (MINGGU PRAPASKAH)              

  HARI / TANGGAL BACAAN PAGI BACAAN MALAM
1. Minggu, 26 Maret  2017 Ratapan 1 : 1 – 19 Ratapan 1 : 20 – 22
2. Senin, 27 Maret 2017 Ratapan 2 : 1 – 10 Ratapan 2 : 11 – 16
3. Selasa, 28 Maret 2017 Ratapan 2 : 17 – 22 Ratapan 3 : 1 – 23
4. Rabu,  29 Maret 2017 Ratapan 3 : 24 – 36 Ratapan 3 : 37 – 48
5. Kamis, 30 Maret 2017 Ratapan 3 : 49 – 57 Ratapan 3 : 58 – 66
6. Jumat, 31 Maret 2017 Ratapan 4 : 1 – 15 Ratapan 4 : 16 – 22
7. Sabtu, 1 April 2017 Ratapan 5 : 1 – 15 Ratapan 5 : 16 – 22