Renungan Minggu Sesudah Pentakosta

“DIHAMBAT MERAMBAT”

( Kisah Para Rasul 18 : 1 – 8 )

Paulus seorang tokoh yang fenomenal dan kontroversial. Ia seorang cendekiawan yang belajar di Tiranus dari guru besarnya Gamaliel. Sewaktu bernama Saulus ia terkenal garang dan mendapat surat khusus dari Imam Kepala untuk “menghabisi” pengikut Kristus. Tidak hanya yang ada di Yerusalem dan sekitarnya bahkan sampai ke Damsyik. Perjumpaannya secara pribadi dengan Yesus dalam perjalanannya ke Damsyik menjadi titik balik kehidupannya. Ia menjadi pekabar Injil yang memberitakan tentang Yesus sebagai mesias (5). Ia juga menjadi penulis terbanyak dalam kitab Perjanjian Baru.

Ketika berada di Korintus ia sempat tinggal bersama-sama dengan Akwila dan Priskila. Profesi yang sama sebagai tukang kemah membuat hubungan mereka semakin dekat. Kemudian datang pula Silas dan Timotius dari Makedonia. Paulus semakin mantap pelayanannya bersama dengan teman-temannya itu. Setiap hari Sabat ia memberitakan firman di rumah ibadat. Orang-orang Yahudi yang mendengarkan pemberitaannya memusuhi dan menghujat dia (6a). Secara manusia hal itu tentu sangat disayangkan. Tetapi dibalik itu ada rencana Tuhan yang lain. Penolakan orang-orang Yahudi justru membuat Paulus “digerakkan Tuhan” untuk mengabarkan Injil kepada bangsa-bangsa lain. Tercatat tiga kali ia melakukan perjalanan panjang untuk memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa lain.

Kehidupan yang kita jalani adalah kesempatan untuk memberitakan Injil Kristus. Baik melalui sikap hidup maupun pekerjaan atau aktivitas kita setiap hari. Semua itu adalah waktu yang Tuhan beri bagi kita untuk menyatakan kehadiran Yesus. Orang lain hendaknya dapat “melihat” atau “berjumpa” dengan Kristus di dalam dan melalui kita. Dalam II Kor. 2:32 Paulus menegaskan : “Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dapat dibaca oleh semua orang. “Dengan demikian semakin banyak orang yang mengenal Kristus dan mengalami kasih-Nya. Tantangan selalu ada dan tak akan pernah hilang. “Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam”.


PEMBACAAN ALKITAB (MINGGU SESUDAH PENTAKOSTA)                        

  HARI / TANGGAL BACAAN PAGI BACAAN MALAM
1. Minggu, 25 September 2016 Kis. 18 : 1 – 8 Kis. 18 : 9 – 17
2. Senin, 26 September  2016 Kis. 18 : 18 – 23 Kis. 18 : 24 – 28
3. Selasa, 27 September 2016 Kis. 19 : 1 – 7 Kis. 19 : 8 – 12
4. Rabu, 28 September 2016 Kis. 21 : 27 – 30 Kis. 21 : 31 – 36
5. Kamis, 29 September 2016 Kis. 21 : 37 – 40 Kis. 22 : 1 – 5
6. Jumat, 30 September 2016 Kis. 22 : 6 – 16 Kis. 22 : 17 – 22
7. Sabtu, 1 Oktober 2016 Mazmur 40 : 1 – 4 Mazmur 40 : 5 – 6