Renungan Minggu Sesudah Pentakosta

“ HIDUP ADALAH PUJI-PUJIAN BAGI TUHAN ”

( 1 Tawarikh 6 : 31 – 47 )

Bernyanyi sudah menjadi hal yang biasa dalam kehidupan sehari-hari. Ada yang bernyanyi sambil beraktifitas seperti mandi, berkendara atau mengisi waktu luang dengan bernyanyi. Dalam ritual ibadah bernyanyi menjadi bagian penting dalam struktur tata ibadah, bahkan ada doa yang juga dinyanyikan. Saat ini juga sudah banyak jemaat yang mengatur atau mempersiapkan dalam suatu ibadah berperan selaku pemimpin pujian jemaat dalam bentuk kantoria atau paduan suara. Tujuannya supaya pujian yang dinyanyikan dalam ibadah dinyanyikan dengan tepat dan benar.

Kitab 1 Tawarikh 6:31-47 ini menarik karena Daud menugaskan siapa-siapa yang akan memimpin nyanyian dirumah Tuhan (ay.33-47). Para pemimpin biduan ini akan mencatat dan menyanyikan kembali mazmur ketika Daud mengalami masa-masa sulit. Masa-masa sulit saat mengalami masa pengejaran raja Saul, Daud rindu akan keadilan Tuhan dan ingin pulang kembali ke Bait Allah di Yerusalem untuk memuji Tuhan. Artinya kerinduan memuji Tuhan dan memuliakan-Nya menjadi harapan Daud. Dengan demikian melalui puji-pujian ini, Daud merasakan penyembahan dan mengagungkan kemulian Tuhan.

Saat ini kita semua bisa memuliakan Tuhan, secara pribadi atau berkelompok untuk memimpin nyanyian dalam ibadah. Selaku yang dipercayakan dalam memimpin umat bernyanyi, hendaklah kita lebih dulu memahami dan menghayati setiap syair lagu sehingga mampu menjiwai pujian yang akan kita nyanyikan. Ini menjadi penting karena nyanyian yang benar adalah ketika mampu mengajak umat untuk merasakan setiap syair lagu “bergelora” dalam dirinya. Dan bagi kita semua, hidup adalah puji-pujian bagi Tuhan. Seringkali kita hanya sekedar bernyanyi tanpa mampu menghayati dan menyatakannya dalam keseharian kita. Hendaknya seriring dengan pesan isi lagu menjadi cermin kehidupan beriman kita. Mulailah hari-hari kita dengan selalu memuji-muji Tuhan dalam pujian dan sembah bagi hormat dan kemuliaan-Nya.

PEMBACAAN ALKITAB (MINGGU SESUDAH PENTAKOSTA)  

  HARI / TANGGAL BACAAN PAGI BACAAN MALAM
1. Minggu,  22 Oktober 2017 1 Tawarikh 6 : 31 – 47 1 Tawarikh 6 : 48 – 53
2. Senin, 23 Oktober 2017 1 Tawarikh 16 : 1 – 22 I Tawarikh 16 : 23 – 27
3. Selasa, 24 Oktober 2017 1 Tawarikh 16 : 28 – 33 1 Tawarikh 16 : 34 – 36
4. Rabu,  25 Oktober 2017 1 Tawarikh 16 : 37 – 43 1 Tawarikh 22 : 2 – 19
5. Kamis, 26 Oktober 2017 1 Tawarikh 23 : 1 – 27 1 Tawarikh 23 : 28 – 32
6. Jumat, 27 Oktober 2017 1 Tawarikh 24 : 1 – 19 1 Tawarikh 25 : 1 – 7
7. Sabtu, 28 Oktober 2017 1 Tawarikh 25 : 8 – 31 1 Tawarikh 26 : 1 – 32