Renungan Minggu Sesudah Epifania

“MENOLAK PANGGILAN TUHAN? MENGERIKAN!”
(Yeremia 1 : 1 – 10)

Hidup manusia seperti bahtera yang sarat penumpang berlayar dalam samudera luas. Pelayaran yang awalnya menyenangkan bagi semua awak dan penumpangnya. Penuh damai. Penuh damai dan ketenangan. Harapan besar tiba selamat di tujuan. Tetapi tiba-tiba datang gelombang besar dan dahsyat menghempas dan mengombang-ambingkan bahtera sehingga semua orang terancam binasa.

Umat Israel yang ditawan di pembuangan, bagaikan bahtera yang sedang terhempas gelombang dan badai ganas. Tuhan murka karena para pemimpin dan umat Israel berlaku tidak setia kepada-Nya. Pada zaman raja Yosia, Israel telah meninggalkan berhala-berhala. Tetapi pada zaman raja Zedekia, mereka kembali dalam penyembahan berhala, sehingga Tuhan membiarkan mereka ditawan bangsa asing.

Dalam perubahan sikap dan perilaku para pemimpin dan umat Israel yang mengabaikan Tuhan, TUHAN memanggil, menetapkan dan menguduskan Yeremia menjadi nabi bagi bangsa-bangsa (ay.5). Yeremia ragu karena dia merasa masih muda dan tidak pandai bicara (ay.6) berhadapan dengan para pemimpin dan umat yang kepala batu. Tuhan sangat membutuhkan Yeremia sebagai alat-Nya untuk menyadarkan umat Israel. Oleh karena itu, Ia meyakinkan, menguatkan dan memperlengkapi Yeremia. Tangan-Nya menjamah mulut Yeremia dan menaruh perkataan-Nya di dalam mulut Yeremia. Inilah cara Tuhan mengurapi dan mengangkat Yeremia sebagai orang yang dipanggil dan diutus-Nya. Tugas Yeremia harus menyampaikan firman Tuhan, sepahit atau sekeras bagaimana pun ke telinga umat Israel.

Tuhan memanggil dan mengutus kita untuk menjadi penguat bagi sesama yang menderita, yang hilang harapan dan hilang percayanya kepada TUHAN. Mungkin saja kita merasa kecil atau merasa masih sangat muda, merasa belum mampu dan tidak layak. Tetapi kalau TUHAN berketetapan memanggil seseorang, maka Dia sendiri akan memperlengkapi orang itu menjadi alat-Nya yang luar biasa. TUHAN bisa memilih seseorang untuk dipakai-Nya, dan kita tidak dapat menolak dengan memakai alasan apapun juga.


PEMBACAAN ALKITAB (MINGGU SESUDAH EPIFANIA)   

  HARI / TANGGAL BACAAN PAGI BACAAN MALAM
1. Minggu, 22 Januari 2017 Yeremia 1 : 1 – 10 Yeremia 1 : 11 – 19
2. Senin, 23 Januari 2017 Yeremia 2 : 1 – 13 Yeremia 2 : 14 – 19
3. Selasa, 24 Januari 2017 Yeremia 2 : 20 – 25 Yeremia 2 : 26 – 37
4. Rabu, 25 Januari 2017 Yeremia 3 : 1 – 5 Yeremia 3 : 6 – 13
5. Kamis, 26 Januari 2017 Yeremia 3 : 14 – 25 Yeremia 4 : 1 – 4
6. Jumat, 27 Januari 2017 Yeremia 4 : 5 – 10 Yeremia 4 : 11 – 18
7. Sabtu, 28 Januari 2017 Yeremia 4 : 19 – 28 Yeremia 4 : 29 – 31