Renungan Minggu Sesudah Pentakosta

“HARI TUHAN BAGI KEBAHAGIAAN MANUSIA”

( Lukas 6 : 1 – 5 )

Perintah menguduskan hari Sabat tercatat sebagai perintah keempat dalam hukum Allah, “Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat : “enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya” (Keluaran 20:8-11). Perintah ini ditujukan agar manusia memuji dan bersyukur kepada Allah.

Legalisme Yahudi menjadikan umat Tuhan terkungkung dalam aturan ketat sehingga hari Sabat menjadi hari berat sebab mereka tidak dapat bertindak lebih apapun alasannya. Orang-orang Farisi menggunakan aturan Sabat untuk mempersalahkan Tuhan Yesus sebab murid-murid-Nya yang lapar memetik dan memakan bulir-bulir gandum yang sudah matang. Tuhan Yesus tidak sepakat dengan pengertian orang-orang Farisi itu. Dengan menunjuk perbuatan Daud dan pasukannya yang lapar dan memakan roti sajian yang ada dalam Rumah Allah, pengajaran Tuhan Yesus menegaskan pentingnya keselamatan hidup manusia. Lagi pula, Tuhan Yesus lebih besar kedudukannya dibanding hukum hari Sabat sebab Dia adalah Allah Pencipta, Penebus dosa dan Penyelamat manusia.

Sebagai umat kristiani, kita beribadah pada hari Yesus bangkit. Dalam sebulan, kita dapat beribadah beberapa kali sebagaimana  tanggungjawab iman kita. Kita bersyukur jika hari Minggu ini beribadah bersama sebagai keluarga Kristen. Jangan kita berkompromi dengan kegiatan liburan atau olahraga yang menghilangkan waktu persekutuan dengan Tuhan Yesus. Jadikan prioritas hari Minggu sebagai hari beribadah sehingga kita dikuatkan dan diberkati Bapa Sorgawi. Saat beribadah perhatikan tetangga sebelah kanan atau kiri, tersenyumlah dan katakan : “Selamat hari Minggu, Tuhan memberkatimu!”

PEMBACAAN ALKITAB (MINGGU SESUDAH PENTAKOSTA)                        

  HARI / TANGGAL BACAAN PAGI BACAAN MALAM
1. Minggu, 21 Agustus 2016 Lukas 6 : 1 – 5 Lukas 6 : 6 – 11
2. Senin, 22 Agustus 2016 Lukas 6 : 12 – 16 Lukas 6 : 17 – 19
3. Selasa, 23 Agustus 2016 Lukas 6 : 20 – 23 Lukas 6 : 24 – 26
4. Rabu, 24 Agustus 2016 Lukas 6 : 27 – 31 Lukas 6 : 32 – 36
5. Kamis, 25 Agustus 2016 Lukas 23 : 1 – 5 Lukas 23 : 6 – 9
6. Jumat, 26 Agustus 2016 Lukas 23 : 10 – 12 Ulangan 16 : 18 – 20
7. Sabtu, 27 Agustus 2016 Ulangan 17 : 8 – 11

Ulangan 17 : 12 – 13