Renungan Minggu Sesudah Pentakosta

“KETAATAN TULUS = SYUKUR SEJATI”

( Mazmur 40 : 7 – 9 )

Sebuah ungkapan berbunyi : “Kebiasaan mengucap syukur akan menambah energi baru, kebiasaan mengeluh akan menambah beban baru”. Pertanyaannya bagi kita saat ini adalah : “Sudahkah kita mengucap Syukur kepada-Nya hari ini?”. Mengucap syukur bagian hidup manusia. Namun, tidak semua manusia memiliki pemahaman sama tentang Ucapan Syukur. Ada yang memahami Ucapan Syukur di panjatkan hanya dalam situasi bahagia; tetapi ada yang memahami Ucapan Syukur dinaikkan dalam segala situasi peristiwa kehidupan; karena Kebaikan Allah itu dapat dirasakan dalam berbagai hal baik suka maupun duka.

Perbedaan pemahaman tentang Ucapan Syukur, melahirkan sikap berbeda dalam mewujudkannya; antara lain: 1) Mengucap syukur adalah memberi persembahan berupa korban bakaran ataupun materi untuk saat ini; atau 2) Mengucap syukur adalah memberikan ketulusan hati kepada Allah untuk hidup taat melakukan kehendak-Nya. Pemahaman kedua ini muncul dalam pengalaman Iman pemazmur Daud saat membangun hubungan dengan Allah. Ia memahami kebaikan Allah dinyatakan lewat berbagai hal; bahkan pertolongan-Nya tidak bisa diukur (ay. 2-6). Hal ini membuat pemazmur memahami alasan Allah tidak berkenan kepada persembahan korban syukur (ay.7). Dimata Allah Ucapan Syukur sejati tidak dinilai dari kuantitas sebuah persembahan, tetapi lebih kepada kualitas ketaatan yang tulus dalam memberikan hati untuk setia melakukan kehendak-Nya (ay.9).

Perenungan di Hari Perjamuan Kudus se-Dunia (HPKD) dan Hari Pekabaran Injil Indonesia (HPII) adalah : “Sudahkah Ucapan Syukur Sejati sungguh terlahir dari hidup kita yang mengaku sebagai orang percaya?”. Gereja-gereja dunia dan Indonesia setiap minggu pertama bulan Oktober memperingati HPKD dan HPII untuk mengingatkan hakekat hidup beriman dalam Yesus Kristus yang telah menebus dosa. Wujudkan ucapan syukur sejati dalam ketaatan tulus yang lahir dari hati yang dalam dan murni untuk selalu mencari, memahami serta melakukan kehendak-Nya.


PEMBACAAN ALKITAB (MINGGU SESUDAH PENTAKOSTA)                        

  HARI / TANGGAL BACAAN PAGI BACAAN MALAM
1. Minggu, 2 Oktober 2016 Mazmur 40 : 7 – 9 Mazmur 40 : 10 – 11
2. Senin, 3 Oktober  2016 Mazmur 42 : 1 – 6 Mazmur 42 : 7 – 12
3. Selasa, 4 Oktober 2016 Mazmur 50 : 1 – 3 Mazmur 50 : 4 – 6
4. Rabu, 5 Oktober 2016 Mazmur 50 : 7 – 11 Mazmur 50 : 12 – 15
5. Kamis, 6 Oktober 2016 Mazmur 50 : 16 – 19 Mazmur 50 : 20 – 23
6. Jumat, 7 Oktober 2016 Matius 7 : 1 – 5 Matius 7 : 6
7. Sabtu, 8 Oktober 2016 Matius 7 : 7 – 11

Matius 7 : 12 – 14