Renungan Minggu Prapaskah

“TUHAN KEKUATANKU”

( Yesaya 41:1-7 )

Fakta sejarah yang dikemukakan oleh Yesaya pada masa kenabiannya adalah Israel mempraktekkan kehidupan yang jahat di hadapan Tuhan yang membuat Tuhan Murka. Konsekuensi dari praktek hidup yang jahat adalah pembuangan ke Babel. Israel tidak dapat menghindar dari penghukuman Allah. Mereka terbuang ke Babel karena sesungguhnya mereka sendiri yang telah menyebabkan Tuhan bertindak demikian atas mereka. Nubuatan peristiwa pembuangan ke Babel harus disampaikan Yesaya kepada kaum Yehuda, mereka akan mengalami pembuangan karena kehidupan mereka yang jahat. Nubuatan pembuangan ke Babel yang harus disampaikan Yesaya juga dalam konteks penghiburan yang ditujukan kepada kaum Yehuda yang akan mengalami pembuangan.

Melalui peristiwa pembuangan mau ditunjukkan bahwa Tuhanlah yang berkuasa atas mereka. Jika mereka tidak menjalankan kehidupan dengan baik, maka Tuhan akan bertindak tegas atas mereka. Tuhan tidak hanya bertindak untuk membuang mereka, tetapi Ia juga dengan cara yang ajaib akan membebaskan mereka dari pembuangan. Bagaimana cara Tuhan bekerja membebaskan umat-Nya? Nubuatan Yesaya bahwa Tuhan akan membangkitkan seorang pembebas. Pembebas inilah yang akan membawa umat-Nya kembali ke Yerusalem dari pembuangan di Babel dan mengakhiri masa-masa sengsara mereka. Tindakan pembebasan yang membebaskan kaum Yehuda mau mendorong mereka untuk membaharui iman dan kesetiaan mereka kepada Allah, sehingga ketika mereka kembali ke Yerusalem, maka mereka adalah umat yang sudah diperbaharui.

Yesaya dalam nubuatannya menekankan bahwa nubuatan akan digenapi. Pekerjaan Tuhan akan terjadi dan tidak dapat dibendung oleh siapapun. Peristiwa Babel dan pembebasan umat dari Babel benar-benar akan terjadi. Tuhan akan berkuasa, menentukan dan menetapkan kehidupan setiap orang bahkan bangsa sekalipun. Sesungguhnya kita memahami bahwa hidup kita ditentukan oleh Tuhan, Ia yang berkuasa atas kehidupan kita. Kehendak Tuhan atas kita adalah supaya kita hidup sesuai rencana dan rancangan Tuhan atas kita, lalu mengapa kita harus hidup menentang kehendak-Nya. Jika itu adalah sia-sia.

PEMBACAAN ALKITAB (MINGGU PRAPASKAH) 

  HARI / TANGGAL BACAAN PAGI BACAAN MALAM
1. Minggu, 2 April  2017 Yesaya 41 : 1 – 7 Yesaya 41 : 8 – 16
2. Senin, 3 April 2017 Yesaya 41 : 17 – 20 Yesaya 41 : 21 – 29
3. Selasa, 4 April 2017 Yesaya 42 : 1 – 4 Yesaya 42 : 5 – 9
4. Rabu,  5 April 2017 Yesaya 50 : 1 – 3 Yesaya 50 : 4 – 11
5. Kamis, 6 April 2017 Yesaya 51 : 1 – 3 Yesaya 51 : 4 – 8
6. Jumat, 7 April 2017 Yesaya 51 : 9 – 11 Yesaya 51 : 12 – 16
7. Sabtu, 1 April 2017 Yesaya 51 : 17 – 20 Yesaya 51 : 21 – 23