Renungan Minggu Sesudah Pentakosta

“SEPERTI ANAK KECIL”

( Matius 18 : 1 – 5 )

Saat perayaan hari Kartini biasanya anak-anak didandani seperti layaknya orang dewasa. Anak perempuan dikenakan kain kebaya, dirias dengan disanggul dan diberi pewarna bibir. Kadang terasa agak dipaksakan. Apa memang harus seperti itu dalam menghayati perjuangan ibu Kartini, saya tidak tahu. Di pihak lain, kadang kita ketahui ada orang-orang dewasa yang tingkahnya kekanak-kanakan. Tersinggung sedikit, marah lalu merajuk. Dalam persekutuan berjemaat kadang kita temui orang dewasa seperti itu. Lalu mengundurkan diri dari pelayanan dan tidak mau hadir lagi di persekutuan. Bahkan ada yang sampai pindah gereja.

Orang yang benar-benar dewasa tahu bagaimana harus bersikap yang tepat. Ia tahu apa yang harus dilakukan. Tahu mana yang baik dan yang buruk. Tapi yang ditampilkan oleh sejumlah murid Yesus justru kebalikannya. Mereka berebut untuk menjadi yang terbesar di dalam Kerajaan Sorga. Pertanyaan tentang siapa yang terbesar di dalam kerajaan sorga menunjukkan bahwa mereka tidak memahami hakikat kerajaan sorga itu sendiri. Untuk menjadi warga kerajaan sorga dituntut juga untuk hidup taat dan bergantung sepenuhnya kepada Raja Sorga itu sendiri. Seperti halnya seorang anak kecil yang selalu taat dan bergantung kepada orang tuanya. Itulah sebabnya Tuhan Yesus memerintahkan mereka untuk bertobat dan menjadi seperti anak kecil untuk menjadi warga Kerajaan Sorga.

Bersikap menjadi seperti orang dewasa agaknya lebih mudah ketimbang bersikap menjadi seperti anak kecil. Anak kecil dengan bangga mengenangkan pakaian layaknya seperti tentara atau polisi. Tetapi orang dewasa pasti tidak bangga kalau harus memakai celana moyet misalnya. Hidup dalam pertobatan, penuh ketaatan dan selalu bergantung kepada Tuhan tidak mudah dilakukan. Apalagi kalau yang selama ini dilakukan sudah mendarahdaging. Jadikanlah keluarga, persekutuan jemaat dan masyarakat tempat dimana Kerajaan Sorga dinyatakan. Damai sejahtera-Nya menjadi bagian kita dalam kesediaan untuk taat dan bergantung kepada-Nya.


PEMBACAAN ALKITAB (MINGGU SESUDAH PENTAKOSTA)                        

  HARI / TANGGAL BACAAN PAGI BACAAN MALAM
1. Minggu, 11 September 2016 Matius 18 : 1 – 5 Matius 18 : 6 – 11
2. Senin, 12 September  2016 Matius 18 : 12 – 14 Matius 18 : 15 – 20
3. Selasa, 13 September 2016 Matius 18 : 21 – 35 Matius 19 : 1 – 12
4. Rabu, 14 September 2016 Matius 19 : 13 – 15 Matius 19 : 16 – 22
5. Kamis, 15 September 2016 Matius 19 : 23 – 26 Matius 19 : 27 – 30
6. Jumat, 16 September 2016 Matius 20 : 1 – 7 Matius 20 : 8 – 10
7. Sabtu, 17 September 2016 Matius 20 : 11 – 15

Matius 20 : 16