HAL BERDOA

Berdoa merupakan kebiasaan yang rutin dan teratur para Rabbi waktu itu. Mereka wajib mengajarkan kepada murid-muridnya suatu doa yang sederhana seperti yang pernah dilakukan Yohanes kepada muridnya. Karena itu ketika Tuhan Yesus selesai berdoa, seorang murid-Nya berkata: “Tuhan, ajarlah kami berdoa.” Yesus pun mengajarkan Doa Bapa Kami kepada murid-murid-Nya sebagaimana versi Lukas yang lebih pendek dari Matius. Doa Tuhan Yesus ini mengajarkan bagaimana dan apa yang patut didoakan.  

Kita diajarkan berdoa berkaitan dengan percaya serta kebutuhan hidup sehari-hari yang praktis dan mendesak. Kita mendapat hak istimewa memanggil Allah itu Bapa, seperti panggilan yang dipakai Yesus. Penyebutan Allah Bapa menunjuk kepada kemurahan dan kerelaan penuh seorang Bapa memenuhi kecukupan kebutuhan anak-anakNya. Serentak anak-anakNya dengan sukacita menggantungkan keyakinannya hanya kepada Allah Bapanya atas kebutuhan primer umat manusia, yakni makanan setiap hari yang secukupnya serta mencukupi.

Di samping kebutuhan pokok sehari-hari, Yesus juga mengajarkan kita menjaga dan memelihara terus relasi antar sesama manusia. Dalam hal saling memaafkan serta mengampuni satu terhadap lainnnya secara tulus dan tuntas. Bahkan Yesus mengingatkan akan pencobaan-pencobaan yang menguji kesetiaan dan integritas kita. Dengan berdoa sebagaimana yang telah diajarkan Tuhan Yesus menurut Lukas, maka secara religius dan praktis kita bisa melakukan doa setiap saat. Bahkan mengajarkan kita supaya berdoa tidak bertele-tele serta demonstratif. Karena perihal berdoa yang Tuhan Yesus ajarkan bagi kita begitu singkat, sederhana dan lugas. Sehingga jika kita belajar dan mengajar cara berdoa berdasar Nas Alkitab ini, perlu perhatikan pokok penting perihal berdoa. Ada beberapa pokok penting ketika kita berdoa. Pertama, pengalamatan dari permohonan doa kita adalah Tuhan Allah yang kita sebut dan panggil Bapa. Kedua, permohonan doa berkaitan dengan kebutuhan pokok atau utama dalam hidup kita sehari-hari, yaitu makanan dan minuman (pangan). Ketiga, permintaan yang bertalian erat dengan sifat dan sikap atau karakter kita untuk saling mengampuni serta memaafkan sesama. Keempat, permohonan kita untuk dilindungi dan ditolong Tuhan menghadapi pergumulan serta pencobaan-pencobaan. Dengan demikian doa kita beraspek vertikal serentak horisontal. Berdoa bagi kita bagaikan nafas hidup! (Bacaan Alkitab: Lukas 11:1-4).


PEMBACAAN ALKITAB (MINGGU SESUDAH EPIFANI)

  HARI / TANGGAL BACAAN PAGI BACAAN MALAM
1. Minggu, 7 Februari 2016 Lukas 11 : 1 – 4 Lukas 11 : 5 – 13
2. Senin, 8 Februari 2016 Lukas 11 : 14 – 23 Lukas 11 : 24 – 26
3. Selasa, 9 Februari 2016 Lukas 11 : 27 – 28 Lukas 11 : 29 – 32
4. Rabu, 10 Februari 2016 Lukas 11 : 33 – 36 Lukas 11 : 37 – 44
5. Kamis, 11 Februari 2016 Lukas 11 : 45 – 54 Lukas 12 : 1 – 3
6. Jumat, 12 Februari 2016 Lukas 12 : 4 – 7 Lukas 12 : 8 – 12
7. Sabtu, 13 Februari 2016 Lukas 12 : 13 – 21 Lukas 12 : 22 – 34