HIDUP DALAM KEBENARAN

Surat 3 Yohanes bersama surat 2 Yohanes dan surat Yudas merupakan surat-surat yang terpendek di Perjanjian Baru. Surat 3 Yohanes cuma terdiri dari 1 pasal yang terdiri dari 15 ayat! Dalam bagian pendahuluan, penulisnya memuji Gayus, karena Gayus hidup dalam kebenaran. Konteks dari kebenaran di dalam surat 3 Yohanes dapat kita lihat dalam ayat-ayat 5-8, tetapi karena ayat 5-8 telah menjadi bahan renungan malam, maka kita membatasi saja perenungan kita dengan tema sukacita oleh kebenaran.  

 

Seluruh surat-surat Yohanes (1 sampai 3) bertemakan kebenaran. Di surat 1 Yohanes dikemukakan bahwa Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. Justru karena Allah adalah terang, maka kita bisa mengakui bahwa kita adalah mahluk berdosa. “Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita” (1 Yoh 1:8). Kemudian ketika menerangkan mengenai Anti Kristus, penulis surat 1 Yohanes mengatakan : “Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya” (1 Yoh 2:21). Selanjutnya, Yesus Kristus adalah benar, maka orang yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya (1 Yoh 2:29). Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar (1 Yoh 3:7). Bukan hanya dalam segi vertikal saja, yaitu dalam perkara mempercayai Kristus, orang percaya disebut benar, tetapi juga dalam mengasihi sesama saudara. Maka jemaat diajak : “marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran (1 Yoh 3:18). Ada roh Kristus dan ada roh Anti-kristus, roh Kristus adalah Roh kebenaran dan roh Anti-kristus adalah roh yang menyesatkan (1 Yoh 4:6). Surat 2 Yohanes juga berbicara mengenai sukacita karena “separuh dari anak-anakmu hidup dalam kebenaran” (2 Yoh 1:4).

 

Dari pemeriksaan beberapa ayat di surat 1 Yohanes dan 2 Yohanes kita mendapati bahwa yang dimaksudkan kebenaran adalah tema yang bersifat menyeluruh atau holistik, meliputi dimensi vertikal dari iman, yaitu keyakinan pada kebenaran Yesus Kristus dan dimensi horizontal dari iman, yaitu kasih kepada sesama saudara atau sesama manusia. Keduanya harus nampak dalam kehidupan sebuah jemaat. Penulis bersukacita dan Gayus dipuji karena telah melaksanakan kebenaran yang holistik tersebut. (Bacaan Alkitab: 3 Yohanes 1:1-4).


PEMBACAAN ALKITAB (MINGGU SESUDAH EPIFANI) 

  HARI / TANGGAL BACAAN PAGI BACAAN MALAM
1. Minggu, 31 Januari 2016 3 Yohanes 1 : 1 – 4 3 Yohanes 1 : 5 – 8
2. Senin, 1 Februari 2016 Matius 4 : 18 – 22 Matius 4 : 23 – 25
3. Selasa, 2 Februari 2016 Matius 5 : 1 – 12 Matius 5 : 13 – 16
4. Rabu, 3 Februari 2016 Matius 5 : 17 – 20 Matius 5 : 21 – 26
5. Kamis, 4 Februari 2016 Matius 5 : 27 – 30 Matius 5 : 31 – 32
6. Jumat, 5 Februari 2016 Matius 5 : 33 – 37 Matius 5 : 38 – 42
7. Sabtu, 6 Februari 2016 Matius 5 : 43 – 44 Matius 5 : 45 – 48