“LEBIH BERHARGA DARI PERMATA”

  Secara tersurat maupun tersirat penulis Amsal ini pasti sangat memahami pesan serta fungsi seorang istri dan ibu teladan. Keteladanannya memberi contoh hidup yang baik dan benar dalam lingkungan keluarganya serta berdampak positif di sekitarnya. Ketekunan isteri dan ibu teladan ini nampak melalui kerjanya yang sangat rajin. Seperti aktivitasnya sejak mentari belum terbit hingga mentari bersembunyi. Kebaikan isteri dan ibu yang bijaksana ini memberi manfaat dan berkat bagi suami tercinta. Dia begitu menghargai serta menghormati suaminya dalam kesetiaan seumur hidupnya. Setiap karya layannya dilakukan sendiri tanpa membebankan kepada orang lain. Untuk makanan, minuman dia persiapkan dengan baik dan benar. Bila ada kegiatan khusus di rumahnya dia delegasikan dengan terarah pekerjaan tertentu kepada para pelayanannya. Seperti isteri yang bijak ini juga memahami soal investasi pertanian yang produktif. Misalnya membeli sebidang ladang untuk kebun anggur yang menghasilkan. Di samping itu ia memproduksi kain atau pakaian dari lenan. Dengan kerja keras dan tekun baik siang maupun malam, isteri yang cakap ini memperoleh banyak berkat keuntungan bagi keluarganya. Meskipun dia sibuk berkarya namun tidak melupakan dirinya selaku perempuan dalam hal kecantikan dan penampilan yang menarik. Bahkan belarasa dan solidaritasnya begitu tinggi bagi mereka yang miskin serta papa.     Ketika Persekutuan Kaum Perempuan GPIB merayakan HUT ke 51 tahun, patutlah kita mengucap syukur kepada Tuhan Yesus pemilik PKP. Serentak kita merenungkan pertolongan-Nya hingga tiba di usia 51 tahun, serta tetap memohon pimpinan-Nya ketika menyongsong tahun pelayanan berikutnya. Kita menyadari kekuatan wadah PKP terletak pada orang-orang yang bersekutu di dalamnya. Merekalah yang disebut perempuan (isteri-isteri dan ibu-ibu) yang bijaksana, cakap. Mereka begitu telaten mengatur dan menata keluarganya dengan sukacita. Sehingga kebaikannya memancar dan bersinar keluar menjadi berkat. Tak ternilai kebaikan, keteladan mereka baik secara internal maupun eksternal. “Inner Beautynya” bercahaya dan mempesona keluarga juga sekitarnya. Empati dan simpati mereka terhadap orang susah keluar dari dalam hati sanubari yang tulus. Hati para perempuan seperti ini adalah hati yang telah diterangi Roh Tuhan. Kebijaksanaan dan kecakapan para isteri dan ibu dalam wadah PKP melebihi harga serta nilai permata. Dirgahayu Persekutuan Kaum Perempuan GPIB !. (Bacaan Alkitab: Amsal 31:10-22).


PEMBACAAN ALKITAB (MINGGU PRAPASKAH)

  HARI / TANGGAL BACAAN PAGI BACAAN MALAM
1. Minggu, 21 Februari 2016 Amsal 31 : 10 – 22 Amsal 31 : 23 – 31
2. Senin, 22 Februari 2016 Lukas 18 : 15 – 17 Lukas 18 : 18 – 27
3. Selasa, 23 Februari 2016 Lukas 18 : 28 – 30 Lukas 18 : 31 – 34
4. Rabu, 24 Februari 2016 Lukas 18 : 35 – 43 Lukas 19 : 1 – 10
5. Kamis, 25 Februari 2016 Lukas 20 : 1 – 8 Lukas 20 : 9 – 19
6. Jumat, 26 Februari 2016 Lukas 20 : 20 – 26 Lukas 20 : 27 – 40
7. Sabtu, 27 Februari 2016 Lukas 20 : 41 – 44 Lukas 20 : 45 – 47