Renungan Minggu Sesudah Pentakosta

“ PENILAIAN MANUSIA VS KEHENDAK ALLAH ”

( Hakim-Hakim 11 : 1-11 )

Pasca ketiadaan Musa dan Yosua, Israel dipimpin oleh para Hakim yang bertindak sebagai kepala, pemimpin dan juga panglima atas Israel. Perikop ini dipusatkan pada prosesi pemilihan Yefta sebagai kepala atas Gilead, salah satu wilayah yang berusaha diambil dalam rangka memperoleh kembali tanah perjanjian. Pada masa itu, Israel telah tergoda dan jatuh dalam penyembahan berhala bangsa-bangsa yang ada di sekitar mereka. Mereka seolah-olah mempermainkan kesabaran dan kemurahan Allah yang tanpa batas. Sikap dan gaya hidup mereka sangat dipengaruhi oleh budaya dan agama lokal dari bangsa-bangsa Sidon, Moab, Amon dan Filistin. Mereka menyembah Baal, Asytoret dan berhala-berhala lainnya (band. Hak 10:6-18). Konsekuensinya adalah Allah meninggalkan mereka (10:13) dan menyerahkan ke tangan bangsa lain untuk ditindas.

Dalam situasi tersebut, Israel kembali sadar dan bertobat. Mereka menjauhkan para Allah asing dari tengah-tengah mereka dan hanya beribadah kepada Allah (10:16) dan membujuk Tuhan untuk membela mereka kembali. TUHAN Allah tidak tahan hati-Nya dan ingin menolong bangsa Israel. Sehingga Israel pun berusaha menentukan siapa yang akan memimpin mereka. Tuhan memilih dan mengangkat Yefta dari suku Gilead sebagai Hakim atas Israel. Yefta, pernah dibuang dari kaum sebangsanya, karena statusnya sebagai anak dari perempuan sundal. Ia tidak memiliki harta pusaka apapun. Oleh karena itu, Yefta sakit hati dan lari dari rumah. Ia menjadi kepala perampok. Keberanian Yefta membuat para tua-tua Israel, akhirnya menjadikan Yefta, kepala atas seluruh Gilead dan menolong mereka dari penindasan Amon.

Dalam memilih pemimpin Gereja/jemaat, kita tidak boleh asal pilih. Pemilihan pemimpin haruslah didasarkan pada kompetensi yang sesuai harapan umat. Namun, Alkitab juga mengatakan bahwa seseorang yang menurut penilaian kita buruk, jahat dan tidak layak, ternyata dipilih oleh Tuhan. “Bukan yang dilihat mata yang dilihat Allah” (I Sam. 16:7). Oleh karena itu, jangan pernah menilai dan menakar orang dari masa lalunya.

PEMBACAAN ALKITAB (MINGGU SESUDAH PENTAKOSTA)  

  HARI / TANGGAL BACAAN PAGI BACAAN MALAM
1. Minggu,  3 September 2017 Hakim-Hakim 11 : 1-11 Hakim-Hakim 11 : 12-28
2. Senin, 4 September 2017 Hakim-Hakim 11 : 29- 33 Hakim-Hakim 11 : 34-40
3. Selasa, 5 September 2017 Hakim-Hakim 12 : 1-7 Hakim-Hakim 12 : 8-15
4. Rabu,  6 September 2017 Hakim-Hakim 13 : 1-7 Hakim-Hakim 13 : 8-24
5. Kamis, 7 September 2017 Hakim-Hakim 14 : 1-7 Hakim-Hakim 14 : 8-20
6. Jumat, 8 September 2017 Hakim-Hakim 15 : 1-13 Hakim-Hakim 15 : 14-20
7. Sabtu, 9 September 2017 Hakim-Hakim 16 : 4-22 Hakim-Hakim 16 : 23-31