Renungan Minggu Sesudah Pentakosta

“ ARTI SEBUAH KESABARAN ”

(Kisah Para Rasul 7:54-60)

Stefanus seorang dari tujuh Diaken terpilih yang menyerahkan diri untuk melayani kaum yang merasa tersisih dan diperlakukan dengan tidak adil (6:1-7). Sebuah pekerjaan yang tidak mudah, sebab disamping pelayanan diakonia. Ia juga terpanggil memberitakan kebenaran Injil Kristus. Tampil sebagai seorang pelayan yang penuh karunia dan kuasa tidak membuat Stefanus semakin nyaman dalam melayani, sebaliknya tantangan yang timbul dari rasa iri dan dengki semakin kuat. Berbagai tuduhan dan fitnahan dilontarkan untuk menyeretnya ke peradilan agama yang terhormat, serta usaha menutup mulutnya dari memberitakan firman Tuhan dan kebenaran-Nya. Di sini kebenaran dan kasih saling berhadap-hadapan. Kebenaran dan kasih yang menuntun kepada keselamatan berhadapan dengan kemarahan dan semangat kebencian yang semakin berkobar. Semua itu dihadapi Stefanus tanpa rasa takut dan gentar, bahkan ia semakin berani menyatakan kebenaran dan kasih itu. Ia tetap sabar melayani semua tuduhan dan fitnahan pada dirinya dengan tetap bertumpu pada iman yang kokoh teguh kepada Kristus. Menghadapi kertakan gigi penuh kebencian, ia berkata: “Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah” (ay.56). Itulah ungkapan iman yang kokoh teguh dalam menghadapi ancaman. Stefanus tetap tabah dan sabar menerima semua perilaku mereka yang haus darah, tidak ada ungkapan kebencian kepada mereka, selain berseru kepada Yesus: “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku” (ay.59). Di tengah-tengah derita yang amat dalam ini Stefanus menunjukkan bahwa dia adalah murid Yesus yang sejati. Dia berseru agar Tuhan menerima rohnya. Tidak hanya itu, dia malah berdoa supaya Tuhan mengampuni semua orang yang membunuh dia dan yang bersumpah palsu dengan mengucapkan fitnah kepadanya di tempat pengadilan.   

Melalui kisah Stefanus ini kita belajar untuk menjadi murid Tuhan Yesus yang sabar menghadapi berbagai tantangan dalam pelayanan dan kesaksian kita. Kesabaran menanggung segala derita karena iman kepada Yesus Kristus, yang mendatangkan kehidupan dalam pengampunan, bukan kutuk dan kematian. Itulah kasih, itulah kasih sekaligus arti dari sebuah kesabaran yang menghadirkan pengampunan dan kehidupan, bukan kutuk dan kematian bagi sesama.


PEMBACAAN ALKITAB (MINGGU SESUDAH PENTAKOSTA)                        

  HARI / TANGGAL BACAAN PAGI BACAAN MALAM
1. Minggu,  26 Agustus 2018 Kis. 7 : 54 – 60 Kis. 8 : 1 – 13
2. Senin, 27 Agustus 2018 Kis. 13 : 13 – 25 Kis. 13 : 26 – 31
3. Selasa, 28 Agustus 2018 Kis. 27 : 14 – 26 Kis. 27 : 27 – 44
4. Rabu, 29 Agustus 2018 Galatia 5 : 16 – 26 Galatia 6 : 1 – 10
5. Kamis, 30 Agustus 2018 Yakobus 5 : 7 – 8 Yakobus 5 : 9 – 11
6. Jumat, 31 Agustus 2018 2 Korintus 12 : 7 – 8 2 Korintus 12 : 9 – 10
7. Sabtu, 1 September 2018 1 Timotius 1 : 12 – 17 1 Timotius 1 : 18 – 20