Renungan Minggu Sesudah Pentakosta

“PERKAWINAN DAN HIDUP MELAJANG; KEDUANYA KARUNIA ALLAH”

(I Korintus 7:1-11)

Manusia memiliki alasan yang berbeda tentang tujuan melakukan perkawinan antara lain: (1) Keinginan untuk membangun keluarga Kristiani; (2) takut dibilang “gak laku”; (3) keinginan untuk memperbanyak kekayaan; (4) keinginan untuk memiliki keturunan; dan (5) bisa melakukan hubungan seksual.

Bicara tentang perkawinan, rasul Paulus memulai dengan kalimat “Adalah baik bagi laki-laki kalau ia tidak kawin” (ayat 1). Pernyataan rasul Paulus pada awal perikop ini jangan dipahami bahwa ia melarang perkawinan. Memahami ayat di atas, kita harus melihat ayat selanjutnya yang menegaskan bahwa perkawinan dan hidup melajang, keduanya adalah karunia dari Allah (ayat 7). Ada orang yang dikaruniakan untuk memiliki pasangan dan membangun keluarga: tetapi ada juga orang yang dikaruniakan untuk hidup melajang. Keduanya bukan hal yang salah dihadapan Allah, melainkan adalah karunia Allah yang harus dijalankan sesuai dengan kehendak-Nya. Artinya ketika kita kawin, maka jalankan perkawinan itu sebagai sebuah pelayanan bagi Allah dengan menjaga keutuhan perkawinan bersama Tuhan Yesus, kepala keluarga (ayat 3-5, 10-11). Dan ketika kita melajang, isilah hidup untuk melayani Allah dan  bukan untuk melakukan dosa percabulan.

Disisi lain rasul Paulus juga mengangkat sebuah realita kelemahan manusia terhadap nafsu percabulan. Jika realitanya kita tidak sanggup menjaga nafsu percabulan, maka sebaiknya kita masuk dalam perkawinan. Namun, alasan ini jangan dilihat sebagai salah satu tujuan dari perkawinan Kristen. Bagi rasul Paulus, perkawinan Kristen merupakan anugerah Allah bagi kehidupan setiap orang percaya. Sebab perkawinan Kristen merupakan simbol perwujudan hubungan antara Allah dengan umat-Nya

Perenungan bagi kita: “Dimanakah posisi kita saat ini?” Apapun pilihan kita, baik kawin maupun hidup melajang, yang terpenting bagi Allah melalui rasul Paulus adalah kesiapan dan kesetiaan hati untuk tetap melayani Allah melalui kehidupan pribadi dan keluarga.

 


PEMBACAAN ALKITAB (MINGGU SESUDAH PENTAKOSTA)    

  HARI / TANGGAL BACAAN PAGI BACAAN MALAM
1. Minggu, 18 Juni  2017 I Korintus 7 : 1-11 I Korintus 7 : 12-16
2. Senin, 19 Juni 2017 I Korintus 7 : 17 – 24 I Korintus 7 : 25 – 40
3. Selasa,  20 Juni 2017 Roma 2 : 1 – 11 Roma 2 : 12 – 16
4. Rabu,  21 Juni 2017 Roma 2 : 17 – 29 Roma 3 : 1 – 8
5. Kamis, 22 Juni 2017 Roma 3 : 9 – 20 Roma 3 : 21 – 31
6. Jumat, 23 Juni 2017 Roma 5 : 12 – 21 Roma 7 : 13 – 20
7. Sabtu, 24 Juni 2017 Roma 7 : 21 – 25 Roma 7 : 26