Renungan Minggu Sesudah Pentakosta

“PEMBAHARUAN BUDI SESUAI KEHENDAK ALLAH”
( Roma 12 : 1 – 5 )

Cobalah jawab pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jujur. Mana yang lebih saudara pilih: dengar khotbah 30 menit atau makan siang dua jam? Membaca Alkitab atau membaca surat kabar pagi? Mendahulukan kerja pelayanan atau tambahan order bisnis? Terlambat masuk gereja atau terlambat masuk bioskop? Dengar firman dikhotbahkan atau keluar untuk merokok? Konsentrasi dalam doa syafaat atau tidur pulas sampai “amin”? Jawaban-jawaban yang mengarahkan pikiran kita selaras dengan firman Tuhan, memberikan gambaran ideal bagaimana pola pikir yang diperbaharui Roh Kudus.

Nasihat dan dorongan disampaikan rasul Paulus dengan tujuan agar hidup kita menjadi persembahan yang hidup, yang kudus dan berkenan kepada Allah. Ibadah sejati bukan hanya tindakan formal keagamaan. Lebih dari itu, ibadah sejati memampukan  orang percaya hidup kudus, giat dalam pelayanan, murah hati dalam pemberian, membenci kejahatan, melakukan kebaikan tanpa pamrih dan dapat memutuskan mana yang benar dan tidak. Bahkan rasul Paulus dalam suratnya menyatakan bahwa tubuh kita adalah bait Roh Kudus sehingga kita hidup bukan bagi diri sendiri tetapi untuk kemuliaan Allah (I Korintus 6:19-20). Hidup yang diperbarui jauh daripada hawa nafsu dunia.

Seringkali kita tidak mampu memperbarui pengertian dan penghayatan kita tentang arti ibadah yang benar. Kesibukan kita dalam aktifitas ibadah dan pelayanan ternyata tidak selaras dengan kecenderungan kita yang suka menghakimi, dan menghina saudara seiman. Kita membangun “menara babel versi baru” sehingga berlaku sombong, angkuh dan tak mau menerima ajaran sehat. Jika demikian yang terjadi, maka perpecahan dan persengketaan pasti terjadi dalam jemaat Tuhan. Mari kita berdoa mohon agar Roh Kudus membarui akal budi kita agar terwujud pengampunan dan kedamaian. Pembaruan akal budi yang dilakukan terus menerus, menandakan karya Roh Kudus yang aktif sehingga kita saling mengasihi dan menggunakan semua talenta dan karunia pelayanan dengan sukacita untuk kebaikan bersama.

PEMBACAAN ALKITAB (MINGGU SESUDAH PENTAKOSTA)                        

 

  HARI / TANGGAL BACAAN PAGI BACAAN MALAM
1. Minggu, 14 Agustus 2016 Roma 12 : 1 – 5 Roma 12 : 6 – 8
2. Senin, 15 Agustus 2016 Roma 12 : 9 – 11 Roma 12 : 12 – 14
3. Selasa, 16 Agustus 2016 Roma 12 : 15 – 18 Roma 12 : 19 – 21
4. Rabu, 17 Agustus 2016 Roma 13 : 1 – 7 Roma 13 : 8 – 14
5. Kamis, 18 Agustus 2016 Roma 14 : 1 – 7 Roma 14 : 8 – 12
6. Jumat, 19 Agustus 2016 Roma 14 : 13 – 18 Roma 14 : 19 – 23
7. Sabtu, 20 Agustus 2016 Roma 15 : 1 – 6

Roma 15 : 7 – 13