Renungan Minggu Sesudah Pentakosta

“ KEKUATAN NYANYIAN PUJIAN ”

( 1 Samuel 2 : 1 – 8 )

Nyanyian, secara umum, adalah ungkapan hati dan ekspresi jiwa seseorang, terkait keadaan yang sedang dialami. Nyanyian pujian kepada Tuhan, bukan saja ungkapan hati dan ekspresi jiwa seseorang yang lahir dari kedalaman iman dengan Tuhannya saat beribadah dan menyembah-Nya. Tetapi juga adalah pengagungan terhadap Tuhan, sekaligus pewartaan tentang perbuatan atau tindakan ajaib Tuhan yang telah dialami dalam hidupnya. Nyanyian pujian kepada Tuhan memiliki daya/kekuatan konstruktif yang mampu menghancurkan daya/kekuatan destruktif yang sedang menguasai atau membelenggu kehidupan pribadi maupun kehidupan bersama dalam keluarga, persekutuan dan masyarakat.

Hana sebagai isteri dan perempuan yang dianggap mandul telah mengalami cemoohan dan berbagai perbuatan tidak adil sepanjang hidupnya. Hana membawa dan mengadukan semua isi hati dan permohonannya kepada Tuhan. Hana tahu bahwa hanya Tuhan yang mampu menolongnya dan membuatnya melahirkan seorang anak. Hana pun bernazar untuk menyerahkan anak itu kepada Tuhan. Dalam keteduhan hati, batin dan jiwanya saat berdoa dan menyembah, Hana mengalami kepastian jawaban Tuhan bahwa ia akan mendapat seorang anak. Sehingga ia menyanyi. Intinya, ia bersukaria di dalam Tuhan karena Tuhan telah meninggikan harkat dan martabatnya. Ia mengakui kekudusan dan kemahakuasaan Tuhan yang melindungi dan membela hak-haknya (ay.1-2). Ia mengingatkan orang-orang kuat dan berhasil agar tidak congkak, sombong, memfitnah dan mencaci maki orang kecil dan lemah. Sebab Tuhan Mahatahu. Dia penguji segala perbuatan manusia. Dia akan merevolusi, mereformasi dan mentransformasi kehidupan. Orang kuat akan kalah; orang lemah akan menang. Orang kaya dan kenyang akan lapar dan gelisah; orang lapar akan kenyang dan tenang. Orang mandul akan melahirkan tujuh anak; yang banyak anak akan tidak berdaya. Tuhan berkuasa untuk melakukan perubahan total serta pergantian posisi. Tujuannya agar yang kecil, rendah, lemah, hina, teraniaya dan tertindas diangkat, ditinggikan dan dihormati setara para pembesar. Inilah juga tugas para pelayan gereja, yakni melayani, bukan dilayani.

PEMBACAAN ALKITAB (MINGGU SESUDAH PENTAKOSTA)  

  HARI / TANGGAL BACAAN PAGI BACAAN MALAM
1. Minggu,  10 September 2017 I Samuel 2 : 1 – 8 I Samuel 2 : 9 – 10
2. Senin, 11 September 2017 I Samuel 4 : 1a – 11 I Samuel 4 : 12 – 22
3. Selasa, 12 September 2017 I Samuel 5 : 1 – 5 I Samuel 5 : 6 – 12
4. Rabu,  13 September 2017 I Samuel 6 : 1 – 9 I Samuel 6 : 10 – 21
5. Kamis, 14 September 2017 I Samuel 9 : 1 – 16 I Samuel 9 : 17 – 27
6. Jumat, 15 September 2017 I Samuel 16 : 14 – 18 I Samuel 16 : 19 – 23
7. Sabtu, 16 September 2017 I Samuel 18 : 1 – 5 I Samuel 18 : 6 – 30