Suara yang hilang

Sebuah kisah nyata tentang kemalangan, jatidiri dan pengharapan

Bagaimana jika kehidupan tiba-tiba menghancurkan dan mencampakkan kita? Bagaimana jika kehidupan yang indah lenyap dalam sekejap mata, berubah menjadi kepedihan bahkan dalam keadaan itu orang-orang sulit memahami kita.

Emily yang baru saja menikah, seorang eksekutif dalam bidang perhotelan, mengalami semua hal itu saat suaranya tiba-tiba hilang dan tidak ada orang yang dapat memahaminya. Penyakit langka spacmodic dyphonia telah merengut masa depan dan kebahagiannya. Dari seorang yang pandai berbicara dan sukses dalam karier, ia berubah menjadi orang yang terpaksa harus meninggalkan pekerjaan, dengan keadaan hampir tidak ada orang yang bisa memahami ucapan yang keluar dari mulutnya.

Emily berupaya bangkit dari keterpurukan dan kemalangan menggapai harapan dan jati diri serta mencari makna hidup sejati, melalui kehidupan baru sebagai seorang penulis. Tidak hanya memenangkan berbagai pengharapan di bidang penulisan, Emily juga berhasil menemukan kembali suaranya yang hilang melalui karakter boneka beruang bisu dan karakter mainan dalam buku-buku hasil karyanya.

Ditulis dengan penuh perasaan serta pencitraan diri yang jenaka dan unik inilah kisah menakjubkan tentang penaklukan rasa sakit dan ketakutan terbesar manusia: tidak dipahami oleh orang lain. Sebuah buku yang membuat kita ingin mensyukuri apapun yang kita miliki.

Buku dengan judul tersebut diatas, dapat dibaca/dipinjam di Perpustakaan GPIB Jemaat “Jatipon”.


 

Tersedia di Perpustakaan :

Alkitab Lansia, Alkitab Sedang, Alkitab Kecil, Sampul Alkitab, Kidung Ceria, Pelengkap Kidung Jemaat, tas Alkitab, kaset rohani dan CD Rohani, dll.