PENYALAAN LILIN ADVEN

KRANS BUNGA ADVEN

Suatu tradisi yang indah dari Adven ialah penerangan lilin-lilin di dalam lingkaran kran hijau (Adven Wreath). Krans tersebut dapat digunakan di Gereja, maksud dari krans adalah untuk mendalami arti Natal. Dari Minggu Adven I – IV dan malam Natal, krans hijau itu bertumbuh dalam keindahan dan menerangi sekitar sampai ditempatkannya kembali krans tersebut di pohon Natal. Pohon Natal itu sendiri menjadi simbol Kasih Kristus dan kehidupan kekal.

Krans yang berbentuk lingkaran dengan hiasan dan daun-daunan hijau menggambarkan kasih Allah yang kekal, kasih yang tidak akan pernah berakhir itu ditemukan dalam diri Yesus Kristus. Lilin yang menghiasi krans tersebut menunjuk kepada Yesus Kristus, Anak Allah yang adalah Terang Dunia. Di tengah krans ditempatkan satu lilin putih besar yang mengartikan kehadiran Kristus. Disekitar lilin putih Kristus itu ditempatkan 4 (empat) lilin biasa yang berwarna ungu, biru, merah muda dan biru.


PENYALAAN LILIN DI DALAM LINGKARAN KRANS

Lilin keempat berwarna biru, dinyalakan pada Minggu Adven Keempat

Lilin keempat tersebut menunjuk kepada Maria, Ibunda Yesus dan Hamba Allah yang taat. Dalam minggu keempat itu kita merenungkan peranan Maria yang taat dan setia serta dipilih Allah untuk melahirkan Yesus sebagai Anak dalam wujud manusia.

Lilin kelima, yang bertanda di tengah krans tersebut adalah lilin besar berwarna putih.

Dinyalakan pada Malam Natal, 24 Desember. Lilin kelima tersebut menunjuk kepada Yesus Kristus, Terang Dunia. Dengan penyalaan lilin Kristus itu kita memasuki Natal Kelahiran Yesus. Namun kita tak lagi merenungkan kehadiranNya sebagai bayi, tetapi sebagai Tuhan dan Juruselamat Dunia.