JADWAL DOKTER DAN TIM  MEDIS

HARI/TGL/BULAN DOKTER PERAWAT A. APOTEKER PTGS. LAB   KOM. PELKES
 Minggu, 10 Juli ‘16 dr. Desmond S.  Ibu Rustiti  –  –  Ibu Riris T.
 Minggu, 17 Juli ‘16 dr. Minda W.  Ibu Soewarni  –  –  Ibu Yasmita N.
 Minggu, 24 Juli ‘16 dr. Ika Tandibua  Ibu Megawe  Ibu Puspita  Ibu Rika M.  Ibu Dawas H.
 Minggu, 31 Juli ‘16 dr. Ribka T.  Ibu Elvina  –  –  Ibu Norma L.

 


 

DOA BAGI JEMAAT

Mohon dukungan DOA bagi jemaat yang  mengalami  gangguan   kesehatan  (di rumah atau di rumah sakit), orangtua yang lanjut usia, antara lain :

NO NAMA (Pemulihan)   SKT NO NAMA (Perawatan di RS.)   SKT
1. Ibu Wienantoesih Soelarso I 1. Chitra Jenni Hasibuan (RS. Permata Cibubur) III
2. Bp. Hadi Soebroto I 2. Ibu Norma Looho III
3. Sdr. Ivan Looho III 3. Bp. Roy Mainake (RS. Persahabatan Ruang Melati No. 3) V
4. Bp. Hans Eddy Kodong IV
5. Bp. Henri Edison Maringka IV     
6. Ibu Soelistina Manara IV
7. Ibu Meiske Cussoy IV
8. Bp. Jeffry Cussoy IV
9. Bp. David Angow V
10. Ibu Wilma Wowor VI
11. Bp. Johannes Kipuw VI
12. Dkn. Joseph Andre Augusteyn VII
13. Ibu Sunarsih Kidding X
14. Ibu Jeane Manurung-Tendean XI
15. Ibu Elisabeth Waworundeng XIII
16. Ibu Tatiek Prabowo XIII
17. Ibu Jenny Sarah Marba’i XIII
18. Andry William XIV
19. Ibu Mientje Ratu XIV
20. Ibu Emma Pattipeilohy XVI
21. Bp. Karel Pattipeilohy XVI

 


 

DONOR DARAH

Sesuai dengan Program Kerja tahun 2015/2016 Komisi Pelayanan dan Kesaksian (PELKES) GPIB Jemaat “Jatipon” mengadakan DONOR DARAH bekerjasama dengan PMI Kota Bekasi (yang kedelapan) dan Gereja-Gereja tetangga anggota PGIS Kota Bekasi. Kegiatan donor darah akan dilaksanakan pada:

Hari / Tanggal   :      Minggu, 17 Juli 2016

Jam   :  11.00 – 14.00 WIB

Tempat  :  Aula Sekretariat GPIB Jemaat “Jatipon”

 Syarat – Syarat Donor Darah :

  1. Dalam keadaan sehat
  2. Usia 17-60 tahun
  3. Berat badan minimal 50 kg untuk pengambilan darah 350 cc, Berat badan 55 kg untuk pengambilan darah 450 cc
  4. Tekanan darah normal : Sistole : 110-150, Diastole : 60-100 mmHg
  5. Nadi 50-100 x / menit, teratur
  6. Kadar HB lebih dari 12,5 gr/dl
  7. Jarak donasi terakhir minimal 2,5 bulan (10 minggu), Untuk donor usia 60 Tahun jarak donasi 6 bulan
  8. Tidur malam minimal 5 jam
  9. Sudah sarapan atau makan
  10. Tidak mengkonsumsi obat 3 hari terakhir
  11. Tidak mendapat imunisasi Virus yang dilemahkan dalam waktu 2 minggu terakhir
  12. Bukan pecandu alkohol dan narkotika
  13. Tidak bertatto
  14. Tidak memiliki riwayat penyakit :
  • Tekanan darah tinggi / rendah, anemia penyakit gangguan pembekuan darah
  • HIV, Hepatitis, Syphilis, Malaria (Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah) dan penyakit kulit kronis.
  • Ginjal, Jantung, asma akut, diabetes, kanker dan paru-paru
  • Ayan, kejang dan sering pingsan
  1. Bagi wanita tidak sedang hamil, menyusui dan 1 minggu setelah selesai menstruasi/haid
  • Sesuai dengan Peraturan Pelaksanaan Majelis Jemaat No. 13 kepada warga gereja GPIB Jemaat “Jatipon”, akan diberikan Bantuan Diakonia seperti yang tercantum dalam Program Kerja dan Anggaran Majelis Jemaat GPIB Jemaat “Jatipon” tahun 2016-2017 sbb :
  1. Diakonia Bantuan Sosial :
  • Bantuan Natura senilai Rp. 200.000,- dan transport Rp. 50.000,- setiap bulan untuk 40 warga.
  • Bantuan Tunai Rp. 000,- setiap bulan untuk 30 warga.
  1. Diakonia Kesehatan
  • Bantuan Tunai Rp. 500.000,- untuk warga jemaat yang di rawat di Rumah Sakit.
  • Bantuan Pengobatan gratis di Poliklinik Jatipon setiap hari minggu.
  • Bantuan Donor Darah dilakukan 4 kali setiap tahun.
  • Bantuan kesehatan untuk para pendeta dan keluarganya yang dirawat di Rumah Sakit.
  1. Diakonia Kedukaan
  • Bantuan tunai Rp. 3.500.000,-
  • Karangan bunga Rp. 300.000,- setiap kejadian
  1. Diakonia Pelayanan Pos Pelkes
  • Bantuan Dana penunjang Gaji Pendeta
  • Bantuan Pemandirian Pos Pelkes
  • Bantuan Buku Sabda Bina Umat untuk 5 Pos Pelkes
  1. Bantuan Bencana Alam
  • Bantuan Makanan
  • Bantuan Obat-obatan
  1. Jumlah Anggaran Bidang II (Pelayanan dan Kesaksian) Tahun 2016-2017 Rp. 802.083.000,-
  1. Kriteria penerima diakonia:
  • Kriteria Khusus
    1. Pemohon adalah janda atau duda dengan usia minimal 60 tahun.
    2. Pemohon bukan pensiunan / janda pensiunan, dengan penghasilan dibawah Rp. 1.000.000
    3. Pemohon wajib membuat pernyataan tidak menerima bantuan dari gereja lain atau lembaga bantuan lain.
    4. Pemohon berusia minimal 50 tahun, tidak memiliki pensiun dan tidak bekerja karena alasan kesehatan.
    5. Keluarga kurang mampu dengan penghasilan kurang dari Rp. 1.200.000 per bulan (Suami, Isteri dan Anak).
    6. Anak yatim piatu dibawah umur 21 tahun belum menikah dan sanak keluarga menyatakan secara tertulis tidak mampu menolong secara finansial.
    7. Apabila pemohon adalah Kepala Keluarga kurang mampu meskipun salah satu bekerja wajib membuat pernyataan no. 3.
    8. Diakonia akan diserahkan saat Ibadah Diakonia dan tidak bisa diwakilkan.
    9. Bagi penerimaan Diakonia yang tidak dapat hadir 2 dua kali berurutan tanpa pemberitahuan maka pemberian paket akan dihentikan kecuali ada surat keterangan sakit dari dokter atau dari Korsek.
    10. Bagi penerima Paket Diakonia yang sakit menahun, Komisi Pelkes akan memberitahukan kepada Korsek untuk ditunjuk wakil yang akan menerima.
    11. Penerima Paket Diakonia akan dievaluasi secara berkala 2-3 kali dalam setahun.
    12. Apabila dipandang perlu, dengan pertimbangan khusus. Korsek dapat mengajukan pemohon baru atau menghentikan pemberian Paket Diakonia.
  • Kriteria Umum
    1. Terdaftar sebagai warga jemaat.
    2. Aktif dalam kegiatan gerejawi di jemaat.
    3. Tidak mempunyai penghasilan tetap.
    4. Tidak mempunyai tempat kediaman tetap.
    5. Tidak mampu mencari nafkah karena; usia lanjut, penyakit kronis dan cacat fisik atau mental.
    6. Anak yatim piatu usia sekolah yang layak dibantu.
    7. Janda atau duda yang layak dibantu.
    8. Warga jemaat yang mengalami musibah; bencana alam atau kebakaran atau kecelakaan yang mengakibatkan cedera fisik.
  • Prosedur untuk mendapat bantuan Diakonia
    1. Presbiter di sektor pelayanan menginventarisasi warga jemaat yang layak dibantu dan menyampaikan kepada PHMJ.
    2. Komisi Pelkes bekerjasama dengan Korsek akan menentukan layak atau tidak untuk dibantu.
    3. Persetujuan PHMJ.