Konsolidasi Pemuda & Mahasiswa Lintas Agama

( Saling silaturahim dan menjaga kerukunan umat beragama di kalangan pemuda dan mahasiswa )

Bekasi, 24 Juni 2016

 

Kerukunan beragama akan mewujudkan kerukunan umat di Bekasi

Pembicara: Bapak H. M. Sulaiman (Kepala Kantor Kementrian Agama Bekasi)

Berdasarkan data tahun 2015, jumlah pemeluk agama di Bekasi antara lain :

Islam : 2.1 juta

Kristen Protestan : 182.000

Katolik : 74.000

Hindu : 38.000

Budha : 201

Konhucu : 1.400

Kerukunan beragama dimulai dari dalam, khususnya dari unit terkecil yaitu keluarga. Keluarga yang sehat, dididik sejak kecil dengan latar belakang yang sehat akan melahirkan kerukunan beragama juga yang sehat ketika di lingkungan.

Fanatik: keyakinan atau pandangan baik positif maupun negatif untuk mendalami suatu paham tertentu.

Hidup toleransi: rukun dengan umat yang lain.

Dalam ajaran Islam: menyakiti orang lain di luar agama Islam sama halnya dengan menyakiti pemimpin agama Islam itu sendiri

Bekasi sebagai kota yang Ikhsan: memiliki prinsip atau etika dalam berperilaku.

Tri kerukunan umat beragama:

  • Kerukunan intern umat beragama (rukun internal dalam tiap-tiap agama itu sendiri)
  • Kerukunan antar umat beragama (toleransi dalam kehidupan sosial)
  • Kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah (kerjasama dengan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dalam peribadahan antar umat beragama, contoh: mendirikan tempat ibadah)

Kerukunan beragama akan mewujudkan kerukunan umat di Bekasi

Pembicara: Bapak Rahmat Effendi (Walikota Bekasi)

Mewujudkan kerukunan antar umat beragama :

  • Memahami keyakinan sendiri maupun orang lain
  • Toleransi ditegakkan bagi masing-masing pihak
  • Tidak mengintimidasi atau mengajak paksa seseorang ke keyakinan tertentu

 

Isu-isu yang bisa diangkat dalam kebersamaan sebagai umat beragama :

  • Lingkungan hidup: penurunan tanah setiap tahun dan isu global warming
  • Mewujudkan adanya agenda kebersamaan, misalnya mengadakan kambore tingkat Bekasi