• KLINIK HUKUM LENTERA

Sejak dibukanya pelayanan Klinik Hukum Lentera bagi warga Jemaat Jatipon di bulan Januari 2019 maka pelayanan hukum ini  telah mendapat respon positif dari para warga jemaat. Beberapa permasalahan hukum yang sedang berkembang ditengah jemaat Jatipon telah tertangani dengan baik antara lain seputar masalah perkawinan antar agama dan pembagian harta warisan beserta segala pernak perniknya yang diangkat oleh sebagian warga jemaat kita. Perlu kami yakinkan bahwa nama dan masalah hukum setiap client tetap akan dijaga kerahasiaannya. Penasehat Hukum GPIB Jatipon ibu Rielen Pattiasina menyediakan waktu untuk memberikan advokasi gratis pada setiap hari Minggu mulai pukul 12.00 wib sampai selesai, hanya melalui perjanjian terlebih dahulu. Silahkan hubungi Pnt. Untung Suryanto melalui WA no.  081 110 2749 untuk membuat perjanjian.


  • Nomor-nomor telepon yang bisa dihubungi bila dalam keadaan emergency :

Polres Bekasi    (021) 88141110

Polsek Pondok Gede    (021) 8462538

Pospol Jatiwaringin   (021) 84975393

Koramil Pondok Gede   (021) 8470004

Pemadam Kebakaran Bekasi   (021) 88957805

Pemadam Kebakaran-Jakarta Timur   (113) 8582150

Pospol Pondok Kelapa   (021) 8655151

Polsek Duren Sawit    (021) 8616138


  • POJOK LINGKUNGAN HIDUP

 Siklus Air (Hidrologi) Di Planet Bumi Kita

Siklus air dikenal juga dengan istilah siklus hidrologi atau daur air yang artinya adalah sirkulasi air dari lapisan atmosfer menuju bumi lalu kembali lagi ke atmosfer. Dalam siklus ini, ada banyak tahapan yang harus dilalui seperti kondensasi, presipitasi lalu evaporasi dan transpirasi. Seperti yang diketahui bahwa bumi adalah planet yang permukaannya terdiri dari perairan dan daratan. Dari kejauhan, akan terlihat bahwa perairan jauh lebih luas dibandingkan dengan daratan.

Sumber air di muka bumi sendiri sangatlah bermacam-macam, mulai dari sungai, danau, samudra, mata air dan lain sebagainya. Jadi tidak mengherankan jika banyak orang yang penasaran dengan siklus hidrologi. Air merupakan sumber daya yang sangat penting untuk semua makhluk hidup di bumi. Jika tidak ada air, maka makhluk hidup tidak bisa bertahan hidup. Air tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Tapi ada banyak kepentingan dalam kehidupan manusia yang sangat membutuhkan air, mulai dari mencuci pakaian, mandi, memasak, bahkan dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif.

Air masuk dalam kategori sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Jadi untuk bisa memperoleh air, manusia tidak perlu menunggu lama layaknya SDA yang tidak dapat diperbaharui. Sebagai sumber daya alam, air mengalami siklus. Inilah yang kemudian dikenal dengan sebutan siklus hidrologi.Siklus air memang sangat menarik untuk dibahas. Tidak mengherankan jika informasi ini seringkali diajarkan di bangku sekolah. Siklus hidrologi berlangsung terus menerus sehingga air tidak akan pernah habis meskipun digunakan sampai kapanpun. Siklus ini sangat berkaitan dengan keseimbangan ekosistem sehingga harus selalu terjaga.

Siklus air dibagi menjadi beberapa macam. Dimana perbedaannya terlihat dari panjang pendeknya proses terjadinya siklus hidrologi tersebut. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah macam-macam siklus hidrologi yang harus Anda ketahui.

  1. Siklus Hidrologi Panjang

             Siklus hidrologi panjang adalah siklus yang biasanya terjadi di wilayah pegunungan atau beriklim sub tropis. Siklus ini umumnya tidak menghasilkan hujan dalam bentuk air melainkan gletset atau salju terlebih dahulu. Air laut memanas akibat sinar matahari akan menguap menjadi air lalu mengalami proses sublimasi. Selanjutnya, akan mulai terbentuk awan-awan yang di dalamnya terkandung kristal es.

Mulai dari proses tersebut, awan akan mengalami adveksi dan bergerak menuju daratan hingga mengalami presipitasi lalu turun menjadi salju. Kemudian, salju yang terakumulasi akan berubah menjadi gletser. Setelah gletser mencair akibat suhu udara, terbentuklah aliran sungai yang kemudian kembali ke laut.

  1. Siklus Hidrologi Sedang  

Selanjutnya ada siklus air sedang yang biasanya terjadi di Indonesia. Siklus hidrologi ini menghasilkan hujan langsung ke atas daratan. Siklus ini terjadi akibat adanya proses adveksi yang membawa awan ke atas daratan. Prosesnya juga tidak terlalu lama karena air laut yang mengalami pemanasan akan menguap menjadi uap air.

Nah, uap air inilah yang terkena tekanan udara dan angin sehingga bergerak secara perlahan menuju ke daratan. Di daratan, akan terbentuk awan yang mengandung uap air lalu jatuh ke bumi sebagai hujan (lihat disini proses terjadinya hujan). Hujan tersebut kemudian mengalami run off lalu mengalir menuju sungai dan terakhir ke laut.

  1. Siklus Hidrologi Pendek

Yang ketiga adalah siklus hidrologi pendek yang pada dasarnya tidak mengalami tahapan adveksi. Jadi, uap air yang sudah terbentuk akan diturunkan sebagai hujan di kawasan sekitar laut. Hal inilah yang membuat siklus ini dikenal sebagai siklus hidrologi pendek.

Setelah memahami macam-macam siklus hidrologi, ada baiknya jika Anda mengenal tahapan-tahapan dalam siklus hidrologi. Tahapan siklus hidrologi adalah serangkaian proses yang tergabung dan saling berkaitan. Tahapan ini memiliki bentuk memutar sehingga disebut dengan istilah siklus. Siklus air dibedakan menjadi 9 tahapan, berikut ini adalah penjelasannya.

  1. Evaporasi atau penguapan adalah proses dimana air yang ada di laut, rawa, danau, samudra dan lainnya menguap akibat adanya pemanasan sinar matahari. Dalam tahapan ini, air diubah menjadi uap air (gas) sehingga bisa naik ke atas atmosfer.
  2. Transpirasimerupakan proses penguapan yang serupa dengan evaporasi. Hanya saja proses penguapan ini terjadi pada jaringan makhluk hidup. Transpirasi juga mengubah air menjadi uap air dan dibawa ke atmosfer.
  3. Evapotranspirasiadalah gabungan dari tahapan evaporasi serta transpirasi. Proses ini seringkali dikatakan sebagai pentotalan penguapan air di permukaan bumi.

      4. Sublimasi juga masuk dalam proses penguapan. Hanya saja proses ini terjadi di kutub es atau puncak gunung.

  1. Kondensasiadalah proses berubahnya air menjadi partikel es akibat suhu udara yang rendah hingga akhirnya membentuk awan hitam yang tebal.
  2. Adveksiadalah proses perpindahan awan secara horizontal dari satu lokasi ke lokasi lainnya akibat tekanan udara atau angin 
  3. Presipitasiadalah proses pencairan awan hitam hingga jatuh menjadi hujan.
  4. Run Offadalah proses mengalirnya air hujan ke sungai, samudra, danau dan saluran air lainnya.
  5. Infiltrasi adalahproses terakhir dari siklus ini yakni penyerapan air ke dalam tanah.

Itulah ulasan terkait macam-macam siklus air beserta tahapannya. Mengingat air adalah sumber kehidupan, tidak ada salahnya jika kita menjaganya dengan baik. 

Sampai hari ini, meski tinggal menghitung hari, DPR RI periode 2014-2019 belum mampu merampungkan Rancangan UU Sumber Daya Air karena kompleksnya permasalahan dan kekurangan pengertian para anggota dewan yang terhormat tentang siklus air dalam kehidupan manusia. Misalnya pasal 51 dalam RUU tersebut perihal siapa yang mengatur dan bertanggung jawab sistem penyediaan air minum di Indonesia, apakah tugas BUMN, BUMD atau BUMDes yang bisa melibatkan pihak ketiga (swasta) dalam penyediaan air minum.Sementara Mahkamah Konstitusi pada amar keputusannya tanggal 15 Februari 2015 menyatakan bahwa UU No 7 th 2004 tentang sumber daya air dinyatakan inkonstusional. Jadi siapa yang bisa mengurai benang kusut ini ???

Untung Suryanto K2 PHMJ

Sumber : Flysh Geost , 2017 dan berbagai sumber lain.