KATA SAMBUTAN HUT KE 68 GPIB

Merayakan HUT GPIB berarti merayakan HUT kita sebagai warga jemaat, sebab bukankah Gereja adalah orangnya (KJ 257 : “Aku Gereja, Kaupun Gereja).

Dalam ibadah syukur HUT ke 68 GPIB di Minggu ke 25 sesudah Pentakosta, 6 November 2016, tema renungannya adalah : “Mendengar untuk Melaksanakan” (Wahyu 1 : 1-8) dengan penekanan pada ayat 3). Kita diminta untuk mewujudkan ungkapan syukur kepada Yesus Kristus sang Kepala Gereja dengan semakin bertekun mendengarkan dan melaksanakan Firman Allah, supaya kita dapat diteladani, menjadi panutan atau dapat dicontoh, sesuai dengan salah satu dari misi GPIB : 

  • Menjadi Gereja yang hadir sebagai contoh kehidupan yang terwujud melalui inisiatif dan partisipasi dalam kesetia-kawanan sosial serta kerukunan dalam masyarakat, dengan berbasis pada perilaku kehidupan keluarga yang kuat dan sejahtera.

Yesus Kristus sendiri yang meminta agar kehidupan kita baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama harus menjadi teladan (Matius 5 : 16 & 20)

Merayakan HUT berarti bersyukur karena ada pertambahan usia. Disamping usia bertambah, jumlah jemaat harus bertambah. Waktu terbentuknya GPIB pada tahun 1948, jumlah jemaat sebanyak 53. Sekarang ini jumlah jemaat GPIB sebanyak 322 yang tersebar di 26 propinsi, dengan 320-an Pos Pelayanan dan Kesaksian di pelosok pedalaman. Pertanyaannya apakah bertambah usia juga bertambah dewasa, bertambah baik, tambah bermutu ? Apakah bertambahnya usia juga bertambah dalam keteladanan untuk lebih pantas di contoh, di tiru, di teladani ?

Mari kita menjawab semua pertanyaan tersebut dengan melaksanakan tugas panggilan dan pengutusan kita yang dipayungi tema 2016-2017 : “Memberdayakan Sumber Daya Insani demi mensejahterakan persekutuan, pelayanan dan kesaksian”; dalam rangka memperkuat komitmen menjadi teladan dalam membangun Keesaan Gereja sebagai Tubuh Kristus dan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa yang besar dan majemuk melalui ketekunan mendengar dan melaksanakan Firman Allah sebagai tanda syukur kepada Yesus Kristus Tuhan dan Juru Selamat serta Gembala yang baik, Dirgahayu GPIB !.

Majelis Sinode GPIB XX

  • Ketua Umum : Pendeta Drs. Paulus Kariso Rumambi, M.Si
  • Ketua I : Pendeta Marthen Leiwakabessy, S.Th
  • Ketua II : Pendeta Drs. Melkisedek Puimera, M.Si
  • Ketua III : Pendeta Maureen Suzanne Rumeser – Thomas, M.Th
  • Ketua IV : Penatua Adrie P.H. Nelwan
  • Ketua V : Penatua Mangara Pangaribuan
  • Sekretaris Umum : Pendeta Jacoba Marlene Joseph, M.Th
  • Sekretaris I : Pendeta Ny. Elly Pitoy – de Bell, S.Th
  • Sekretaris II : Penatua Ny. Sheila Ariyani Salomo, SH
  • Bendahara : Penatua Ronny H. Wayong
  • Bendahara I : Penatua Edy Maulana Soei Ndoen