JADWAL DOKTER DAN TIM  MEDIS

HARI/TGL/BULAN DOKTER PERAWAT A. APOTEKER PTGS. LAB   KOM. PELKES
 Minggu, 6 Nov ‘16 dr. Augustine  Ibu Elvina   –  –  Bp. Bentara S.
 Minggu, 13 Nov ‘16 dr. Luana N.  Ibu Saragi  –  –  Ibu Dina L.
 Minggu, 20 Nov ‘16 dr. Minda W.  Ibu M. Megawe  Ibu Puspita  Ibu Rika M.  Ibu Dawas H.
 Minggu, 27 Nov ‘16 dr. Ribka T.  Ibu Rustiti  –  –  Ibu Piete

DOA BAGI JEMAAT

Mohon dukungan DOA bagi jemaat yang  mengalami  gangguan   kesehatan  (di rumah atau di rumah sakit), orangtua yang lanjut usia, antara lain :

NO NAMA (Pemulihan)   SKT NO NAMA (Pemulihan)   SKT
1. Ibu Wienantoesih Soelarso I 17. Bp. Benny Laurens IX
2. Bp. Hadi Soebroto I 18. Ibu Jeane Manurung-Tendean XI
3. Sdr. Ivan Looho III 19. Bp. Dino Sopacua XI
4. Sdr. Marcel Lengkong IV 20. Ibu Elisabeth Waworundeng XIII
5. Bp. Hans Eddy Kodong IV 21. Ibu Tatiek Prabowo XIII
6. Bp. Henri Edison Maringka IV 22. Ibu Jenny Sarah Marba’i XIII
7. Ibu Soelistina Manara IV 23. Bp. Robert Ratu XIV
8. Bp. Jeffry Cussoy IV 24. Ibu Mientje Ratu XIV
9. Bp. David Angow V 25. Ibu Eva Tangkau XIV
10. Bp. Roy Mainake V 26. Sdr. Adri William XIV
11. Ibu Wilma Wowor VI 27. Ibu Murthi Sianipar XV
12. Bp. Johannes Kipuw VI 28. Ibu Emma Pattipeilohy XVI
13. Dkn. Joseph Andre Augusteyn VII 29. Bp. Karel Pattipeilohy XVI
14. Ibu Solihati Lase IX 30. Bp. Suharyanto XVI
15. Ibu Ning Prayitno IX 31. Ibu Aurelia Raintung
16. Bp. Soenarto IX

  • STUDI LANJUT PENDETA POS PELKES

Sesuai SK. Majelis Sinode No. 806/IX-16/MS.XX/Kpts tanggal 6 September 2016 tentang penetapan GPIB Jemaat “Jatipon” Bekasi sebagai jemaat pendamping yang membantu Pdt. Liat Sihotang S.Si-Teol untuk studi lanjut Strata-2 di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga.


  • Orangtua Asuh

Berdasarkan surat Majelis Sinode No. 1396/VII-16/MS.XX dan No. 1929/X-16/MS.XX disampaikan bahwa GPIB Jemaat “Jatipon” ditetapkan sebagai orangtua asuh bagi anggota jemaat GPIB Shalom Sei-Kajang (Pos Pelkes Anugerah Sempuat) Kalimantan Barat yang bernama Sdri. Supriati, untuk melanjutkan studi di Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya selama 3 tahun mulai bulan Juli 2016 s/d Juli 2019 dan bantuan biaya yang diberikan sebesar Rp. 1.500.000,- per bulan.


  • Sesuai dengan Peraturan Pelaksanaan Majelis Jemaat No. 13 kepada warga gereja GPIB Jemaat “Jatipon”, akan diberikan Bantuan Diakonia seperti yang tercantum dalam Program Kerja dan Anggaran Majelis Jemaat GPIB Jemaat “Jatipon” tahun 2016-2017 sbb :
  1. Diakonia Bantuan Sosial :
  • Bantuan Natura senilai Rp. 200.000,- dan transport Rp. 50.000,- setiap bulan untuk 40 warga.
  • Bantuan Tunai Rp. 000,- setiap bulan untuk 30 warga.
  1. Diakonia Kesehatan
  • Bantuan Tunai Rp. 500.000,- untuk warga jemaat yang di rawat di Rumah Sakit.
  • Bantuan Pengobatan gratis di Poliklinik Jatipon setiap hari minggu.
  • Bantuan Donor Darah dilakukan 4 kali setiap tahun.
  • Bantuan kesehatan untuk para pendeta dan keluarganya yang dirawat di Rumah Sakit.
  1. Diakonia Kedukaan
  • Bantuan tunai Rp. 3.500.000,-
  • Karangan bunga Rp. 300.000,- setiap kejadian

Memperhatikan bantuan tunai kedukaan yang diberikan kepada keluarga yang mengalami kedukaan maka kami menghimbau kepada seluruh jemaat untuk bisa ikut ambil bagian dalam pembayaran dana duka sebesar Rp. 5.000,-/KK/Kasus (Sesuai Program Kerja Tahun 2016/2017), dalam koordinasi presbiter masing-masing sektor.

 

  1. Diakonia Pelayanan Pos Pelkes
  • Bantuan Dana penunjang Gaji Pendeta
  • Bantuan Pemandirian Pos Pelkes
  • Bantuan Buku Sabda Bina Umat untuk 5 Pos Pelkes

 

  1. Bantuan Bencana Alam
  • Bantuan Makanan
  • Bantuan Obat-obatan
    1. Jumlah Anggaran Bidang II (Pelayanan dan Kesaksian) Tahun 2016-2017 Rp. 802.083.000,-

 

  1. Kriteria penerima diakonia:
  • Kriteria Khusus
    1. Pemohon adalah janda atau duda dengan usia minimal 60 tahun.
    2. Pemohon bukan pensiunan / janda pensiunan, dengan penghasilan dibawah Rp. 1.000.000
    3. Pemohon wajib membuat pernyataan tidak menerima bantuan dari gereja lain atau lembaga bantuan lain.
    4. Pemohon berusia minimal 50 tahun, tidak memiliki pensiun dan tidak bekerja karena alasan kesehatan.
    5. Keluarga kurang mampu dengan penghasilan kurang dari Rp. 1.200.000 per bulan (Suami, Isteri dan Anak).
    6. Anak yatim piatu dibawah umur 21 tahun belum menikah dan sanak keluarga menyatakan secara tertulis tidak mampu menolong secara finansial.
    7. Apabila pemohon adalah Kepala Keluarga kurang mampu meskipun salah satu bekerja wajib membuat pernyataan no. 3.
    8. Diakonia akan diserahkan saat Ibadah Diakonia dan tidak bisa diwakilkan.
    9. Bagi penerimaan Diakonia yang tidak dapat hadir 2 dua kali berurutan tanpa pemberitahuan maka pemberian paket akan dihentikan kecuali ada surat keterangan sakit dari dokter atau dari Korsek.
    10. Bagi penerima Paket Diakonia yang sakit menahun, Komisi Pelkes akan memberitahukan kepada Korsek untuk ditunjuk wakil yang akan menerima.
    11. Penerima Paket Diakonia akan dievaluasi secara berkala 2-3 kali dalam setahun.
    12. Apabila dipandang perlu, dengan pertimbangan khusus. Korsek dapat mengajukan pemohon baru atau menghentikan pemberian Paket Diakonia.

 

  • Kriteria Umum
    1. Terdaftar sebagai warga jemaat.
    2. Aktif dalam kegiatan gerejawi di jemaat.
    3. Tidak mempunyai penghasilan tetap.
    4. Tidak mempunyai tempat kediaman tetap.
    5. Tidak mampu mencari nafkah karena; usia lanjut, penyakit kronis dan cacat fisik atau mental.
    6. Anak yatim piatu usia sekolah yang layak dibantu.
    7. Janda atau duda yang layak dibantu.
    8. Warga jemaat yang mengalami musibah; bencana alam atau kebakaran atau kecelakaan yang mengakibatkan cedera fisik.

 

  • Prosedur untuk mendapat bantuan Diakonia
    1. Presbiter di sektor pelayanan menginventarisasi warga jemaat yang layak dibantu dan menyampaikan kepada PHMJ.
    2. Komisi Pelkes bekerjasama dengan Korsek akan menentukan layak atau tidak untuk dibantu.
    3. Persetujuan PHMJ.