Renungan Minggu Tgl. 13 Ags 2017

[et_pb_section admin_label=”section” transparent_background=”off” background_color=”#ff4c4c” allow_player_pause=”off” inner_shadow=”off” parallax=”off” parallax_method=”off” make_fullwidth=”off” use_custom_width=”off” width_unit=”on” make_equal=”off” use_custom_gutter=”off”][et_pb_row admin_label=”row”][et_pb_column type=”4_4″][et_pb_text admin_label=”Text” background_layout=”light” text_orientation=”left” use_border_color=”off” border_color=”#ffffff” border_style=”solid”]

Renungan Minggu Sesudah Pentakosta

“ MENAATI PERATURAN MEMBEBASKAN ”

( I Korintus 11:2-12 )

Masyarakat Indonesia bersifat majemuk (heterogen); terdiri dari berbagai suku, budaya dan agama. Di dalamnya ada pengelompokan individu yang terbentuk karena kesamaan derajat sosial, profesi, keilmuan dan hobby, bahkan yang terbentuk karena suatu peristiwa yang pernah dialami bersama. Disadari dan diakui bahwa tidak mudah hidup bersama di tengah masyarakat heterogen ini karena setiap kelompok memiliki kepentingan sendiri. Dalam komunikasi, acapkali timbul kesulitan, terutama saat menghadapi orang-orang yang sering memaksakan kehendak. Akibatnya, tercipta ketidak-bebasan berinteraksi, semua orang hati-hati karena takut menimbulkan salah paham dan konflik. Fenomena ini memerlukan aturan yang dapat mengakomodasi semua kepentingan serta memberi jaminan kebebasan dan rasa aman bagi tiap orang dalam hidup bersama.

Dalam bacaan ini, terlihat upaya Paulus mengatur kehidupan peribadahan di jemaat Korintus, terkait kedudukan, fungsi dan tanggungjawab laki-laki dan perempuan dalam ibadah. Paulus memberikan sebuah tata tertib yang dibangun secara vertikal dalam hubungan perempuan terhadap laki-laki, dan laki-laki terhadap Kristus. Tata tertib ini bersifat etis, karena terkait kepantasan dan nature. Ada hal-hal yang jika dikenakan pada tempat dan kodratnya, akan mendatangkan keindahan dan pujian, bukan saja bagi dirinya, tetapi terlebih bagi Allah. Sehingga mendatangkan berkat: damai sejahtera dan kebebasan dalam hidup; terbebas dari cemooh dan cercaan, atau stigma lainnya. Kekuatan suatu aturan selain bersifat normative, objektif, akomodatif, tetapi juga tidak mengabaikan bahwa orang yang melaksanakannya haruslah takut akan Allah.

Hidup tertib adalah bagian dari cara hidup orang-orang kudus di dunia ini (2 Tim. 1:7; Tit. 1:6). Di tengah tantangan sehari-hari, kita perlu memohon hikmat dan kekuatan TUHAN agar dapat hidup tertib sesuai aturan yang berlaku dalam Gereja dan masyarakat sebagai satu sumbangan berarti bagi kedamaian Bangsa dan Negara serta kemuliaan TUHAN (Matius 22:21).

 

PEMBACAAN ALKITAB (MINGGU SESUDAH PENTAKOSTA)  

  HARI / TANGGAL BACAAN PAGI BACAAN MALAM
1. Minggu,  13 Agustus  2017 I Korintus 11 : 2 – 12 I Korintus 11 : 13 – 16
2. Senin, 14 Agustus 2017 I Korintus 11 : 17 – 22 I Korintus 11 : 23 – 24
3. Selasa, 15 Agustus 2017 I Korintus 13 : 1 – 3 I Korintus 13 : 4 – 8
4. Rabu,  16 Agustus 2017 I Korintus 13 : 9 – 12 I Korintus 13 : 13
5. Kamis, 17 Agustus 2017 I Korintus 16 : 1 – 4 I Korintus 16 : 5 – 9
6. Jumat, 18 Agustus 2017 I Korintus 16 : 10 – 11 I Korintus 16 : 12 – 15
7. Sabtu, 19 Agustus 2017 I Korintus 16 : 16 – 18 I Korintus 16 : 19 – 24
[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]